Rekayasa Mimpi

Ah, jaman sekarang bukan cuma cinta aja yang bisa direkayasa macam lagu dangdut Oma Camelia Malik, tapi ternyataaa mimpi pun bisa direkayasa! Percaya? Jangan!

Semalam dengan sangat menyesal gue nonton film jadul The Inception yang dibintangi aktor dengan derajat kebeningan masih di bawah Oom Benedict: Leonardo Dicaprio *sorry to say, hehe. Eh kenapa gue bilang menyesal? Karena niat awal nonton film ini adalah demi ngabisin file-file film yang belum ditonton di laptop en cari-cari inspirasi buat ngelanjutin semangat nulis yang mati di tengah jalan. Sesimpel itu niatnya, lah tapi kok sepanjang 2.5 jam gue dibuat mikir keras yang bikin laparrr??? Dan guepun jadi ternganga-nganga sendiri di malam hari. Tidaaakkk… itu ide buat film mungut di manaaah?! Ini penyesalan pertama!

Buat yang jauh lebih kudet dari gue, film ini tentang pencuri ide (Dicaprio) yang beraksinya lewat mimpi. Nah loh kok bisa? Ya bisa aja, namanya juga film. Suka-suka yang nulis cerita donk. Saking sudah ekspertnya si pencuri, dia ditantang sama mantan orang yang pernah dia curi dalam mimpi buat melakukan hal sebaliknya: menanam ide/persepsi melalui mimpi (incepsi) ke rival bisnisnya, dengan iming-iming bisa balik ke kampung halamannya dengan aman tanpa ancaman suatu apa (fyi: si pencuri ini pernah dituduh bunuh istrinya sendiri yang bunuh diri gara-gara cinta mati sama suaminya en membuat dia jadi buronan di negaranya sendiri).

Demi bisa ketemu lagi sama dua anaknya, kerja samapun disetujui. Tapi sayang, proses insepsi ini ternyata rumit banget hingga butuh proses mimpi dalam mimpi sebanyak 3 TINGKATAN!!! Jadi lo mesti ‘tidur’ en mimpi sambil di dalamnya menjalankan aksi lo. Terus setelah selesai di situ lo tidur en mimpi lagi buat jalanin aksi selanjutnya dengan orang yang sama en tempat berbeda. Terus setelah selesai di situ lo tidur en mimpi lagi buat ngelanjutin apa yang udah dimulai. Gile banget, kan? Once more, pliss tell me… itu ide mungut dari manaaah???!

Kebiasaan gue sebelum, sepanjang en sesudah nonton film tuh suka googling buat cari tau lebih jauh tentang cerita film. Sialnya, film ini sukses bikin gue penasaran hingga tingkat patung Liberty setelah selesai menontonnya, yang bikin gue akhirnya gagal lanjutin nulis malam itu. Nah, ini penyesalan kedua.

Sampai gue nemuin artikel yang menyatakan rekayasa mimpi macam film ini sangat mungkin terjadi di zaman sekarang en sudah ada penelitiannya di barat sana. Huwadezig! Dan… tau apa yang gue lakukan setelahnya? Sepagi sebelum tidur gue mencoba mau merekayasa mimpi supaya begini-begini. Such a fool? Iya banget. Hasilnya juga dudul. Alih-alih terekayasa mimpi gue, malah mimpi ketemu orang-orang gengges yang di alam nyata secara semena-mena menggengges kehidupan gue. Ah, mungkin gue terlalu tersepona dengan acting si isteri Dicaprio yang selalu menggengges kehidupan mimpi suaminya. Hah, dan ini dia penyeselan ketiga gue! :p

Senggaknya ada 3 pesan yang gue tangkap di film ini: Jangan sampai kita terjebak masa lalu (move on, dude!), kesolidan tim di atas segalanya, sama apapun kondisinya hidup kita berlomba sama waktu en nggak boleh diam di tempat.

Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s