Hati yang Patah

Patah hati itu seperti spasi dalam kalimat. Karena nggak semua yang bersatu itu baik adanya~

Kamu, iya kamu. Kapan terakhir kali hatimu patah karena seseorang/sesuatu yang nggak mungkin terjamah? Hapah… kemarin?!! Ceritanya mau balapan sama anak SD jaman sekarang, yesss? Awas, jauh-jauh sama tiang sutet! :p

Hah, sudah umur segini masih ngomongin tentang patah hati. Sungguh terlalu! Yabetul, biar kata patah hati seringnya terjadi di dunia ABG en anak SD, banyak juga cerita patah hati pada mereka yang usianya lebih jauh di atas gue aka ABG tua. Uh, sayang sekali, kakaakkk…

Gue sih nggak mau menjudge cuma mau nyinyir, hehe. Beberapa waktu lalu di beranda FB liat artikel yang dishare seorang teman bertulis kurleb begini: Patah hati? Mendakilah!

Iseng sekaligus penasaran, gue baca. Hrrr… setuju juga. Bahwa alam mengajarkan tentang melepaskan en mengikhlaskan. Cuma jadi kepikiran, kalo patah hatinya di tanggal tua gimana tuh? Masa iya mau diganti sama mendaki pohon teh sambil teriak “pucuk pucuk pucuk”? *sumpah garink, hah!

Jadi menurut gue, nggak usah terlalu lebay lah menghadapi kondisi hati yang patah. Yang kita butuhkan cuma satu: beli lem korea! Eh salah, maksudnya sedikit merenung, bahwa apa yang terbaik menurut kita belum tentu baik bagi Dia. That’s it! En nggak bisa bohong, itu susah banget emang.

Tapi ini nggak berlaku kalo dari awal perkara hati kita nggak diserahkan ke pamiliknya (baca: Allah). Suka-suka diri sendiri mau dibawa berlabuh kemana, apalagi kalo sudah kepentok umur. Yang lewat di depan mata diembat juga walau penampakannya macam Jere*i Te*i. Ih kan serem!

Atau nggak, opsi lainnya mungkin ngeblog ajalah. Sudahlah gratis, merangsang otak juga buat berpikir (walau isinya cuma curhatan, ngerangkai kata juga perlu mikir kan?), sama siapa tau ada seseorang yang bisa bantu bangkit dari patah hati. Ya, siapa yang tau? :p

Goooblog-ers! *nah, kan, terbukti spasi begitu berarti. Hihi.

image

6 comments

  1. titintitan · Desember 29, 2014

    itu yg terakhir sepasi yg benernya go-blogers

    opo piye?

    • Enje · Desember 29, 2014

      Itulah bangkenye kita perlu spasi. Hehe. Sama kayak spasi, kadang patah hati itu kayak spasi. Klw kita bersatu sm yg kita maui, bisa jadi itu gak baik. *sok filosopi padahal apa2an :p

  2. liadisini · Desember 29, 2014

    patah hati itu reminder dari Allah, “Lu lebih cinta mana, cinta sama itu, itu, itu, apa hanya Allah dan Rasul? Buktikan!”
    etdah giliran posting cemgini aja dikomen :))

    • Enje · Desember 29, 2014

      Iya sepaket. Pataj hati=reminder.

      Maklum kok, abg tua :p *toss

      • liadisini · Desember 29, 2014

        nyiahaha abg tua ;p

      • Enje · Desember 29, 2014

        Drpd berondong tua??? :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s