Inikah Mental Block?

Tiap orang kayaknya punya penyakit mental block ya terhadap sesuatu? Pun dengan gue, yang dari dulu sering dinasihatin sama mantan pimred, “Enje, kamu harus sembuh dari penyakit mental block. Itu bahaya banget soalnya.” Hiks, maap saya gagal, Mbak!

Soalnya… belakangan gue sadari malah bertambah lagi satu hal yang ternyata bikin gue mental block terhadapnya: proses pembuatan e-KTP yang bikin sensi. Di otak gue selalu terngiang: sama petugas-petugas itu kita mesti jaga jarak. Hati-hati, jangan sampe dikadalin apalagi diduitin. Dan… inilah sumber, asal muasal petakanya.

Sebagai warga negara yang baik, sepuluh hari setelah masa berlaku KTP habis, dengan hati berat pergilah gue ke kecamatan untuk bikin KTP yang baru (e-KTP) sekalian KK. Bukan apa-apa, kecamatan gue letaknya di ujung berung! Akses angkotnya susah, mesti lewatin kawasan paling elit se-Bintaro aka sektor XI pulah.

Kali pertama bertandang ke sana, polosnya gue datang dengan tangan hampa. Jelas, hasilnya gagal minah! Seorang pegawai kecamatan yang cantik menjelaskan apa yang mestinya gue bawa sebagai kelengkapan membuat e-KTP. Minta pengantar dari sini dan sono, blablablaaa. Oke fine!

Besoknya dengan hati berat yang kian berlipat, gue pergilah ke rumah pak RT, pak RW, en kelurahan urus kelengkapan pakai sepeda. Dekat? 20 menit sepedaan siang-siang. Sehari selesai, sih, tapi rintangannya banyak! Mesti bolak-balik karena kurang ini dan itu. Ditambah berita menjelegar dari petugas kelurahan yang meluruhkan tekad: data tahun 2010 (termasuk data keluarga gue) hilang semua akibat komputernya kena virus apa ke-restart, gitu. Sungguh alasan yang terkesan dibuat-buat! Akibatnya, gue harus bikin KK baru dulu en daftarin diri lagi ke dinas catatan sipil atau apa gitu di BSD sanah!!! 

Belakangan makin kuat dugaan gue, itu cuma trik dari si bapak supaya gue menyerahkan urusan ini ke beliau (diduitin gitu). Karena eh karena, pas gue datang ke Kecamatan untuk yang kedua kalinya, ternyata si petugas masih punya data gue, tuh. Alhamdulillah lancar jaya untuk proses buat KK. Gak mesti ke dinas-dinas fiktif itu.

Masalah selanjutnya justru pas buat e-KTP. Butuh beberapa kali bolak-balik ke ruangan pertama en sebelahnya karena kekurang telitian petugasnya. Heuw…

Belom lagi–ini inti ceritanya, kejadian di ruangan tempat pembuatan e-KTP yang notabene ber-AC, jendela rapat, tapi full asap rokok yang dihembusksn oleh 3 dari 5 petugas di dalamnya. Sial!

Wajar kan ya kalo gue kibas-kibas udara depan hidung buat menghalau asap keparat itu? Ditambah dumelan en ekspresi kesal sedikit, sih. Soalnya di dindingnya sudah ada tulisan “No Smocking Area” tepat di atas kepala salah satu petugas yang sedang duduk. Makin menjadilah rutukan gue kepada mereka walau cuma dalam hati.

Nahas, kayaknya beberapa petugas merasakan kekesalan gue. Selain mendapat jekpot berupa tatapan sinis dari 2 petugas yang lumayan ganteng tapi oon, gue dapati juga perlakuan yang nggak seharusnya dari seorang abdi negara/pelayan masyarakat/pns.

Selain mereka jadi rame sendiri dengan bahasan “rokok itu gak sehat en ruangan jadi banyak kuman karena asap rokok (sumpah bikin ngakak bagian ini)” sambil salah-salahan ala abg alay bin labil, seorang lagi mendadak membesarkan volume mp3 dari laptopnya sambil nyanyi-nyanyi lagu rock en gebrak-gebrak meja.

Tanpa menggeneralisir semua pns kayak gitu, gue kecewa banget sama petugas kecamatan itu. Nggak bisa apa-apa, gue cuma bisa kasih jurus tatapan maut ala Nicholas Saputra!

14 comments

  1. titintitan · Januari 28, 2015

    jadi mental blok kuwi opo?

    emaap, angkot ke ujung berung mah banyak ;p

    • Enje · Januari 28, 2015

      Dari mbah google: Mental blocks adalah hambatan secara mental atau psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang sehingga dapat mempengaruhi cara berpikir, bersikap, dan merespon.

      Hahaaa, di Bandung ada daerah Ujung Berung, yak???😀 jauh gituh maksudnyaaa

      • titintitan · Januari 28, 2015

        mirip temeen titiiin. kalo titin sangking ‘lugu’nya jadi kadang gak nyadar lagi diomongin kali yah :))

        ujung berung nama kecamatan di bandung dan gak jauh2 amat ;p

      • Enje · Januari 28, 2015

        Bagus jg. Kadang emang perlu rada lugu en gak dengerin omongan orang, biar nguranginbeban hidup😀

  2. Afta Abidin · Januari 28, 2015

    Kayaknya smua org punya masalah dengan ktp, kalo sya lain lagi. Bikin e-ktp nunggu setahun gak jadi-jadi. Alasannya inilah itulah, adeuh..

    Btw mental block sya matematika dan fisika itu susah😀

    • Enje · Januari 28, 2015

      Oh itu sodara sy jg gt. Katanya yg awal2 emang gt, krna pembuatannya msh trpusat. Cb k kcmtn lg deh, pasti dsuruh urus ulang en 2mgg jd katanya. Soalnya skrg yg urus sdh daerah msg2🙂

      Fisika iya bgt. Bingunh aplikasi d khdpn nyatanya –“

  3. pemikirulung · Januari 28, 2015

    mental block sama ga dengan negative thinking?

    • Enje · Januari 28, 2015

      Lbh dr itu. Mental block bkl mpengaruhi sikap en prilaku qta trhdp sesuatu/seseorang…

  4. Andik Taufiq · Januari 28, 2015

    Berarti mental block terkait dengan pengalaman masa lalu ya… atau mungkin bisa jadi dari cerita orang-orang tentang sesuatu yang sbnrnya kita hanya percaya saja… hmm… interesting…

    • Enje · Januari 29, 2015

      iya betul begitu🙂

  5. Sekar · Januari 28, 2015

    mental block sejenis ngeblacklist orang gitu bukan sih mbak? aku juga gitu soalnya😥 tapi nggak terus jadi jahat sih. Cuma kalo disakitin, trus akunya nandain orang itu, dan setelahnya aku nggak mau terlalu deket atau banyak ngobrol sama dia.

    • Enje · Januari 29, 2015

      itu salah satunya. bisa juga bkn berbentuk orang, tapi sesuatu/perbuatan. Misal: ada temenku yg sll bilang, dia gak bisa ngerjain salah 1 job desknya dia. bener aja, kalo dia ngerjain itu selalunya gagal. seandainya dari awal dia bilang bisa, bisa jadi dia emang bisa…

  6. sangterasing · Januari 30, 2015

    Fokus postingan ini PNS kayaknya, mental block PNS maksudnyahh😀

    • Enje · Januari 30, 2015

      akhirnyaaa… ada jg yg bahas si pns nyebelin ituh😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s