Sohibul Hut

Kamu, iya kamu. Apa yang kamu lakukan saat rindu menggebu, ya pada seseorang, ya pada sesuatu? Biasanya en sebagai penawarnya kebanyakan pasti memilih kembali sejenak ke kenangan yang melibatkan seseorang/sesuatu itu, ya? Udah iya aja.

Dan… karena rindulah gue bela-belain update blog sambil duduk antri menahan nyeri. Heuw, antara kerajinan sama nggak ada kerjaan bedanya tipis amat!😛

Belakangan gue lagi suka dengan kalimat ini: laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu min azzhoolimin. Kalimat ini juga yang mengingatkan gue terhadap sesuatu!

Betullah kata ust. Salim, kalimat ini tuh seindah-indahnya doa bagi seorang muslim yang dicontohkan oleh Nabi Yunus as (sang penghuni ikan paus). Menunjukkan kerendahan, kekerdilan, kehinaan, en ketakberdayaan seorang hamba di mata Tuhan-nya.

Logikanya, kala kondisi hati nggak menentu, kebaikan yang dibawa malah ditentang, kabur dari masalah malah nemu masalah baru (harus terjun dari kapal yang kelebihan muatan, disambut ikan paus yang sudah siap menganga di lautan pula)… pastilah banyak keluhan pula doa yang terlantun supaya dikeluarkan darinya. Tapi nggak begitu dengan sang Nabi. Malah kalimat di atas yang terlantunkan, hingga memutari Arasy-nya Allah, en menimbulkan simpati Allah dan para malaikat-Nya. Hasilnya… tanpa banyak pinta, Allah keluarkan beliau dari musibaj yang menimpanya.

Konon, doa itu sampai menimbulkan percakapan antara Allah en para malaikat, sbb:

M: Ya Rabb, ini adalah suara dari seorang hamba yang lemah, yang terkenal di negeri asing.
A: Kalian kenal dengannya?
PM: Tidak
A: Dia adalah Yunus
PM: Ya Rabb, hamba-Mu yang selalu bertambah amal solih dan dakwahnya ini menghadap.
A: Ya
PM: Tidakkah Engkau mengasihi segala amalnya di waktu lapang dan membebaskannya dari bala ini?

Langsung, Allah pun memerintahkan si ikan paus untuk memuntahkan/mengeluarkan Yunus en mendamparkannya di tanah terbuka.

Jadi penasaran, apa zikir en doa gue pernah mengalami hal serupa, hingga mendapat simpati-Nya? Ah, semoga!

10 comments

  1. liadisini · Februari 14, 2015

    “update blog sambil duduk antri menahan nyeri.”
    lagi sakit? *pukpuk*

    • Enje · Februari 14, 2015

      Dikit😉 *perhatian bgt ih, haha

      • liadisini · Februari 14, 2015

        Jelas-jelas tertulis bisa dibaca seluruh dunia😀

      • Enje · Februari 14, 2015

        Haaa iya juga. Mksdnya, kopus woy kopuuusss ke judul en pembahasannya😛

      • liadisini · Februari 14, 2015

        itu dia, gw gak ngerti judulnya. isinya juga kurang paham hahaha #error

      • Enje · Februari 14, 2015

        Yaudin, hanya orang2 tertentu yg ngerti, wakakakkk

      • liadisini · Februari 14, 2015

        gw belum nyampe maqom itu emang -_-

      • Enje · Februari 14, 2015

        Bercanda mbaaak B-)

  2. titintitan · Februari 15, 2015

    T.T

    kalimat itu yg setiap saat bapak ucapkan dl saat sakit. setiap dateng rasa sakitnya terus ajah..

    • Enje · Februari 15, 2015

      Wah masya Allah, keren bapaknyaaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s