Tiap Kartu Pos Punya Cerita

Setelah mengenal en nyebur langsung di dunia post crossing, gue selalu girang kalau ada suara tukang pos berteriak di depan rumah, “pooos!”. Rasanya mau ngibrit sambil bertanya-tanya dalam hati, kali ini dapat kartu pos dari siapa lagi ya? Atau kalau ternyata nggak ada buat gue, gatel banget nanya, “Pak, nggak ada kartu pos buat saya?” Haha.

Ini mengingatkan gue akan masa kecil, waktu kakak dibawa suaminya ke Ambon, telpon apalagi henpon belom ada yang punya di keluarga kami. Jadilah, komunikasi cuma bisa dilakukan via pos, biasa diantar sama tukang pos yang gayanya nyentrik abis: motor en helm serba oren ngejreng disertai lantunan tembang Jawa yang suaranya sudah bisa didengar bahkan ketika dia masih di depan gang, balapan sama suara motor RX King-nya yang kayak kaleng rombeng.

Mongomong tentang dunia surat menyurat wabil khusush dunia kartu pos aka post crossing, jujur gue baru mengenal sekarang-sekarang ini aja. Alhamdulillah, sejak beberapa bulan sudah dapat 6 kartu pos dalam en luar negeri, dari pengirimnya yang sudah kenal maupun yang belum.

Asik juga ternyata dunia post crossing ini, ya? Apalagi tiap kartu pos yang gue terima, punya ceritanya masing-masing. Let’s cekidot!

– Ini kartu pos pertama, gue dapat dari PNS Dept. Kes yang notabene teman kampus dulu. Dia ini yang ngenalin gue ke dunia post crossing sampai secara nggak sengaja gue gabung di web para pecinta post crossing di seluruh dunia. Terima kasih, D!🙂

image

Waktu itu dia kirim pas momennya lebaran idul fitri. Tapi sampainya ada kali sebulan setelahnya. Padahal kata si pengirim dikirimnya mah beberapa hari sebelum lebaran.

– Yang kedua, dapat dari teman kampus juga yang sekarang tinggal sementara di Gresik. Ini pun berkat D yang sukses mentriger kami teman-temannya untuk saling kirim kartu pos. Usut punya usut, si D ini kirim kartu pos ke beberapa orang. Jadi deh, kami gantian berbalas kartu pos.

image

Hehe, padahal mah di dunia maya rajin komen-komenan. Tapi teteup aja rasanya beda, komunikasi via kartu pos. Mulai dari cari-cari kartu pos unyu di online shop, tanya-tanya alamat, sampai ke kantor pos terdekat terus orangnya kasih kabar kalau kartu posnya sudah sampai.

– Yang ketiga ini dari teman blogger. Jadi pasca gue pamer beberapa kartu pos di IG, doi ngajak tukeran kartu pos. Gue iyakan, nggak lama kami sudah saling nerima kartu pos.

image

Sesuai dengan foto di kartu pos-nya, isi pesannya pun nggak jauh tentang gunung. Yang diakhiri dengan ngajak gue naik gunung bareng. Duh, maap, kau teman ke berapa gitu yang ngajakin, terus gue tolak karena satu dan lain hal. Heheee.

Yang dari dalam negeri sudah. Sekarang yang dari luar negeri. Diawali dengan secara nggak sengaja nemu web postcrossing.com. Terus tertarik, terus jajal kirim sekaligus dua ke Jerman en Rusia. Alhamdulillah, beberapa minggu setelahnya langsung terima dua kartu pos dari Jerman en Oklahoma Amerika.

image

Ini yang dari Jerman. Dari dia gue belajar, daripada beli, mending nyetak sendiri kartu pos kita. Selain buat ngasah keterampilan fotografi, juga harganya yang pasti lebih murah meriah. Heheeee.

image

Nah ini yang paling bikin gue ngerasa wah! Dari dia gue jadi tau, ternyata Route 66 bukan cuma sekadar judul lagu Rolling Stone yang dari kecil gue sudah dicekokin sama kakak-kakak yang cowok. Ternyata ada nama jalannya en terkenal pula. Pokoknya gue mau ke sana gimanapun caranya satu saat nanti. Terus pamer ke kakak. Yeah!

Sama satu lagi kesimpulan gue. Dari dua orang ini kayaknya emang gitu ya orang luar. Nggak banyak omong sama yang baru dikenal. Padahal di dua kartu pos yang gue kirim, susah payah gue berkoar-koar tentang Indonesia en gambar di sisi muka kartu pos. Haha.

Oiya, kartu pos yang gue kirim juga sudah terkirim keduanya ke orang yang dimaksud. 15hari ke Jerman, yang ternyata penerimanya adalah wanita berumur 60tahun tanpa suami yang sudah punya anak 2. Bahkan nenek-nenek aja semangat post crossing!😀 Yang ke Rusia juga sudah sampai 45 hari sejak gue kirim, yang ternyata penerimanya adalah cewek lebih muda dari gue, nubie juga di dunia post crossing. Katanya seneng banget dapat kartu pos pertamanya dari Indonesia, terus nanya-nanya alamat lengkap en bilang mau kirim balik. Tapi sampai sekarang pun belum gue terima. Halah, nyangkut di mana itu?! :p

– Terakhir dari teman yang lagi kuliah di Belanda. Waktu itu iseng komen di postingan blog-nya yang lagi bahas tentang kartu pos. Lah nggak lama diminta alamat lengkap.

image

Ini aneh. Kartu pos terlama nyampenya dari tanggal tulis yang tertera. Dari pertengahan Desember sampai akhir Februari. Nyangkut ke negara mana dulu itu ya? Heuw.

Yah gitu deh pengalaman gue berkirim kartu pos. Seru, bikin deg-degan, bahagia kalau sudah keterima!

Ada yang lebih punya banyak pengalaman kirim-kirim kartu pos? Ayooo sharing!😀

6 comments

  1. jampang · Maret 2, 2015

    saya sepertinya belum pernah kirim kartu pos. kalau dapat kiriman kartu pos pernah beberapa kali

    • Enje · Maret 2, 2015

      Wih enak bgt bisa dpt kartu pos pdhl blm pernah qrm. Hihi, yalah orang terkenal😀

      Klw di postcrossing.com mah mesti qrm dl baru bakal dpt dr orqng lain –“

      • jampang · Maret 2, 2015

        bukan. saya dapat hadiah dari GA yang saya ikutin😀

      • Enje · Maret 2, 2015

        Gubraks😛

  2. liadisini · Maret 2, 2015

    suka sama kartu pos yang “jambu mete”. itu gambar sendiri bukan?

  3. Enje · Maret 2, 2015

    Kacang mete mksdnya? Itu beli edisi idul fitri, kayaknya skrg ga cetak lg deh yh itu. Cek aja IG tukang jualannya @posnesian. Aq jg waktu itu beli di sana. Lucu2 emang😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s