Samita

image

Aduh biyuuung, buku sebagus ini kenapa baru gue baca 7 tahun setelah penerbitannya sih?!?!?!

Ini cerita bukan sembarang cerita. Kalau masih ada aja orang yang meremehkan bacaan fiksi, coba deh cabaca bukunya mas Tasaro GK. Biar membahas tentang cinta diantara dua insan, penuturannya apik tenaaan!

Salah satu contohnya novel berjudul  Samita ini. Intinya sih tentang cinta, tapi pengemasannya oke punya. Ya bahas dunia persilatan juga, ya bahas sejarah Indonesia juga, dan yang paling penting bahas nilai -nilai keislaman!

Iya, nilai bukan simbol. Jadi salah satu kekerenan si penulis menurut gue ialah mampu  mengkhotbahkan apa itu Islam tanpa sedikitpun terkesan menggurui. Pun mau ngasih tau tentang ayat maupun hadits yang berkaitan dengan cerita, selalu nggak pernah bulat -bulat dimasukkan, melainkan pakai bahasa universal: cerita.

Dari buku ini juga, saking butanya sama sejarah gue jadi sulit bedain mana yang fiksi mana yang asli, yang dari situ jadi gatel buat googling tentang sejarah, sekaligus merutuki diri: dulu ngapain  aja lo pas pelajaran sejarah? TIDUR! BOSEN! NGANTUK! 😝

###

Novel Samita ini tentang murid perempuan laksamana Cheng Ho, bahariawan muslim Tiongkok yang hidup di masa Dinasti Ming. Samita, sebagaimana kebanyakan remaja pada umumnya, menaruh hati pada Sad Respatih, orang nomor satu di pertahanan Majapahit. Sayang, Respatih sudah akan menikah dengan Aninditha, gadis kepuntren yang secara kasat mata anggun, tapi berhati iblis.

Setelah kapal -kapal yang dipimpin oleh Cheng Ho sudah sampai di Surabaya menuju Palembang demi meredam perompak yang meresahkan, Samita izin balik ke Majapahit untuk mengungkap kejahatan Anindhita. Dari situ lah perjalanan dimulai.

Jatuh dan tinggal di dalam jurang selama dua tahun, pertemuan dengan anak Raja Blambangan yang melakukan pemberontakan, sampai akhirnya sukses mengungkap Anindhita yang sebenarnya di hadapan Respatih.

Nggak sampai di situ, nyatanya butuh dua tahun lagi supaya Samita dan Respatih bersatu dalam ikatan pernikahan. Padahal umur pernikahan mereka cuma seumur jagung, Respatih mati dibunuh oleh orang-orang suruhan Raja Majapahit.

Terkait bersatunya mereka berdua ada quote bagus terutama untuk kalian para jomblo: pernikahan ini begitu ia inginkan sejak lama. Hanya, takdir seperti sengaja mematangkan jiwanya terlebih dahulu dalam perjalanan waktu yang demikian lama agar tak ada penyesalan.

Nah,  gimana, Mblo, cukup menghibur yah??? 😉

8 comments

  1. titintitan · Maret 25, 2015

    sukaa pake banget sama samita ini. jadi sepanjang ngebaca itu yg perlu waktu 2 hari itu jd kepikiran wae ttg segala ttg samita.😀

    yg trilogi pitaloka jg blm selesai yah?

    • Enje · Maret 25, 2015

      Iya, suka jg. Dua hari difokusin, baru bisa,kelar . Heuw payah 😭

      Temen jg smp ada yg jd semangat ikut tifan abis baca samita. Skrg sdh jago bgt tifannya kek samita.

      Setauku pitaloka dwilogi. Tp iya blm kelar😦

  2. titantitin · Maret 25, 2015

    titin pas daftar tifan, pas habis itu beli samita. makin semangat lah tifan..
    etapi latihannya sll kepegat detlen. yawis lah. mundur :((

    • Enje · Maret 25, 2015

      Anda,blm beruntung 😝

  3. kandangmelon · Maret 25, 2015

    Takdir begitu baik

    • Enje · Maret 25, 2015

      Walau kadang begitu perih terasa #lahmalahcurcol 👻

  4. j4uharry · Maret 25, 2015

    Aduh klo baca ini trus d lihat temen guru yg lain bisa dibilang “bacaan cengeng

    • Enje · Maret 25, 2015

      Sekali2 ga usah denger apa kata orang lah. Lagian itu jg buku sejarah, kok 😜

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s