Behind The Scene #IGen 1

Tinggal menghitung hari menuju  munculnya buku #IGen (Islamic Generation, Gaul Bener Tanpa Minder) di permukaan *halah, lumayan banyak yang melempar sanjungan, pujian, kekaguman, dan apalah apalah #terIisDahlia.

Di satu sisi senang (terima kasih atas segala apresiasinya 😘), tapi di sisi lain merasa takut setengah hidup. Kan, pada beloman baca isinya, how come gitu pada bilang gue keren, ketje badai, pengen buat buku juga. O, Tuhan yang Berkuasa membolakbalikkan kedudukan  hamba-Nya  di mata mahluk..

Oke, buat yang mau juga bukuin tulisannya, gue mau sedikit sharing perjalanan lahirnya buku #IGen ini, boleh ya? *Nah ini lebih ngebingungin lagi, seakan-akan gue penulis andal yang karyanya sudah berpuluh bahkan beratus gitu. Haha.

Jadi ceritanya panjaaang, so izinin gue membagi judul ini ke dalam beberapa bagian (bersambung, gitu), yesss. Untuk edisi pertama ini, judulnya:

Ngeblog Harus Punya Motif!

Ila yaumil qiyamah, insya Allah gue akan setia dengan embel-embel blogger, pun orang lain menyematkan gelar penulis. Yah, biar nggak seperti kacang yang lupa sama kulitnya, gitu. Soalnya jujur, lahirnya buku #IGen ini nggak lain nggak bukan berkat aktivitas ngeblog. Lagian juga, gelar blogger lebih keren dari penulis *imo 😜

Buat yang mau nulis buku sendiri, kalau kita bukan orang terkenal, anak pejabat apalagi konglomerat yang dengan gampangnya menyewa jasa para ghost writer, maka ngebloglah mulai dari sekarang. Tema pula gaya bebas, yang penting nyaman sama tulisan sendiri. Boleh punya idola penulis, asal selalu pastikan kita jadi diri sendiri, biar berasa orisinilnya blog kita.

Sejujurnya gue sudah kenal dengan dunia perblogan dari jaman kuliah. Mayan rutin lah curcol geje ala mahasiswi galau berkedok aktivis 👻. Sayang, pasca lulus lupa password-nya akibat sempat terbengkalai beberapa abad. Hiks. Akhirnya gue putuskan membuat blog baru lagi di platform yang sama (multiply tercintah).

Motif awalnya masih belum supaya bisa nulis buku, melainkan karena beban nulis (di tempat kerja) yang sudah mulai meningkat, dari yang cuma nulis berita-berita singkat ke nulis tausiyah 2halaman ala-ala remaja. Pikir gue, cuma ngeblog ngeblog dan ngeblog lah yang paling ampuh melihaikan gaya menulis gue. Dan betul aja, lho, mbak pimred suka muji betapa makin  crunchy dan khas gaya nulis gue! Alhamdulillah 😄

Setelah mencoba berbagai gaya (pakai ‘saya’,  ‘gue’, tema tentang dakwah hingga curcolan hahahihi tapi tetap berhikmah), update blog dirutinin dimanapun dan kapanpun ide menghampiri (seringan sih di atas bis, angkot, kereta) ada kali dua tahun lamanya baru menemukan gaya nulis yang gue banget. Hingga muncul kepedean luar binasa buat ngebukuin blog gue. Pokoknya blog bagus ini mesti dibukuin macam Radit atau Dewi Rieka! *baru sekadar gagasan aka omdo, sih, belom eksekusi. Hehe. Tapi jangan salah, justru dari situ segalanya bermulai.

Jadi, rumus pertamanya: ayooo ngeblog! Kalau masih seringan malesnya, digali terus motif yang membuat kita jadi semangat update blog lagi dan lagi terus dan terus. Bolehlah karena si dia, tuntutan kerjaan, atau ya itu: biar bisa nulis buku. Pokoe… Tagnamesss ngeblognya!😉

Bersambung…

3 comments

  1. titintitan · April 5, 2015

    oh ya ya..

  2. Ping-balik: IGen (Islamic Generation): Nasehat yang Nggak Menggurui | Blog Prita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s