Gimana Rasanya?

Sejak pagi, RSUD Tang-Sel diguyur hujan. Seakan menangisi seorang hamba yang kan berpulang ke haribaan-Nya.

Gimana rasanya…
Seorang dokter muda yang apat jatah jaga malam, sejak semalaman sampai Subuh tak ada keluhan dari satu pasienpun. Di menit berakhirnya masa jaga, malah harus bertindak cepat mengurus salah satu pasien yang kritis. Naik turun badan si dokter, memompa jantung pasien. Nahas, Allah berkehendak lain, selesai sudah dua hari masa koma yang dialaminya.

Gimana rasanya…
Seorang perawat laki masih muda yang baru saja dengan tergopoh-gopoh memulai hari tugasnya, mendapati kenyataan seorang nenek yang kondisi jantungnya sudah kian kritis. Dengan telaten dia bantu sang dokter memasang kantong udara di hidung pasien. Nahas, Allah berkehendak lain, selesai sudah dua hari masa koma yang dialaminya.

Mungkin itu sudah menjadi dukacita profesi mereka, makanya nggak lama berselang senyum sudah mengembang lagi dari wajah keduanya menjalani hari-hari sebagai petugas medis.

Masalahnya, gimana rasanya…
Seorang laki-laki.dewasa yang semalaman berjaga di sisi perempuan tua–yang sejak dibawa ke ruang IGD tak kunjung sadarkan diri–sambil mengulang tilawah-tahlil-tidur-tilawah-tahlil-tidur. Bahkan sudah melepas sedikit lega dengan melahap roti sobek. Mendapati kenyataan orang terkasihnya lebih dicintai Allah. Langkah dari ujung kaki pembaringan menuju kepala si mayit terasa begitu jauh, hingga berkali-kali langkahnya tersandung apa saja di sekitarnya. Mata haru yang memerah disertai kecupan di kening mayit sebagai ucapan perpisahan, membobol bendungan air mata siapa saja yang menyaksikannya.

Juga, gimana rasanya…
Dua malam di dalam ruangan yang empat orang sudah berakhir hidupnya di sana.

Yang ini gue tau jawabannya. Beberapa hari lagi di sana mungkin akan membuat setengah gila siapapun. Seakan menunggu giliran saja. Hah! 😥 

*menjadi penonton beberapa jam sebelum akhirnya berubah peran jadi pelaku saat ditinggal Mamak 💔😭

4 comments

  1. titintitan · April 12, 2015

    smoga smoga smoga.. doa2 kita mampu menolongnya, membantu mereka. yg artinya kita harus jd shalehah.. dan istiqamah.

    mampukan kami, Rabb..

  2. avee · April 15, 2015

    turut berduka mba Enje..smoga Almarhumah terus mengalir pahalanya & yg ditinggalkan diberi kesabaran, Aamiin

    • Enje · April 15, 2015

      Aamiin. Syukroon Vee…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s