Nyak Haji Dijah

Tadi sore sepedaan, tiba-tiba kepikiran buat silaturahim ke rumah seorang temannya Mamak yang sudah sangat uzur tapi masih gagah: Nyak Haji Dijah.

Umurnya ada kali menjelang 100. Dari Mamak masih gagah bisa ke sana-sini, sampai terakhir kali Mamak pergi ngaji malam Jum’at jalan pulangnya bareng beliau. Mereka berdua suka saling berkunjung bawain makanan.

Pun setelah rumah kami pindah rumah, kalau diajak jalan pagi pakai kursi roda selalunya Mamak minta main ke rumah beliau. Padahal mah kalau sudah ketemu cuma bisa saling menangisi kondisi kawannya satu sama lain yang disambung obrolan yang kurang nyambung. Mamak ngiri sama Nyak Haji yang masih juga bugar, Nyak Haji terharu Mamak masih cantik seperti jaman masih sehat dulu.

Kini kondisi Nyak Haji sudah agak payah. Gue main ke sana dia sudah lupa, baru ingat pas disebut nama si Mamak. Beliau yang biasa nyari kayu untuk bahan bakar masak nasi uduk usaha keluarganya, sudah susah kemana-mana karena kesehatannya yang kian menurun.

Cuma satu yang masih nggak berubah kalau ketemu gue. Selalu nanya status sama pesan yang bunyinya kurleb begini: Neng, lu kalo nyari jodoh yang bener, ya’. Yang baek sama lu, mau ngurusin enyak lu (yang terakhir waktu masih ada Mamak).

Pesan dari seorang teman, cara bahagiain orang tua yang sudah nggak ada selain dengan doa yakni: silaturahim ke rumah karib kerabat mereka. Semoga. Semoga masih bisa terus menyambung silaturahim ke tempat karib kerabatnya Mamak yang lain. Bude Satio, Mpok Su’, Bu Johari, Cing Rod, dll. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s