Begini Seharusnya Ilmu

Kayaknya baru sekali-kalinya ini deh, gue ikut majelis, materinya jleb banget! Padahal majelisnya bukan yang gimana-gimana (banyak zikir yang membuat seluruh jama’ahnya mau nggak mau menitikkan air mata). Justru majelisnya bahas iptek, dan sukses bikin gue nangis bombay karena dosa-dosa yang menggunung.

Si pemateri yang membuka majelis dengan menampilkan hadits yang bunyinya kurleb: akal itu ada dua, di otak dan di hati. Lanjut ditampilkan foto Ryan Jombang si pelaku mutilasi yang kesohor itu. Kata si pemateri, “Ryan itu ngerti agama. Dia paham betul perbuatannya dilihat oleh Allah, tapi pemahamannya baru sampai sebatas di hati, belum sampai ke otak. Makanya korbannya sampai belasan. Jadi… kalau kita ngakunya paham agama tapi masih juga berbuat dosa, apa bedanya dengan Ryan Jombang?!” Skak mat, hati dan otak gue kayak digedor pakai palu godam, gue cuma bisa bengong denger si bapak ngomong begitu! 😓

Masuk ke pembahasan inti, jadi kenapa masih banyak manusia yang seperti itu? Padahal tiap malam Jum’at banyak yang mengulang-ulang ayat ini: pada hari ini, Kami tutup mulut mereka. Tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dulu mereka kerjakan. (QS. Yasin)

Tak lain tak bukan, karena kita memahami Al Qur’an-hingga usia segini-cuma sebatas dongengan belaka. Kemungkinan besar ketika dibacain ayat itu, otak kita akan membayangkan tiba-tiba di akhirat nanti di tangan kaki kita muncul mulut hingga dia bisa bersaksi. Hasilnya, ayat tersebut jadi mental. “Ah, itu kan cuma dongengan.” Walau nggak terucap, tapi bisa jadi di otak kita bilang begitu.

Makanya… perlu banget memahami Al Quran dengan pendekatan ilmu pengetahuan. Seperti ayat pertama yang diturunkan, iqra! Bacalah ayat-ayat kauniyah pula kauliyah Allah.

Di majelis itu pemateri menyebut-nyebut tentang penemuan monogram, keping CD, kaset, juga flash disk dan mengaitkan dengan surat Yasin di atas. Jadi di balik penemuan itu, Allah mengilhamkan kepada para penemunya perihal adanya “CCTV” di dalam tubuh manusia.

Misal, alat monogram kalau jeli diperhatikan ternyata dia mirip banget sama sidik jari kita. Ada porosnya di tengah, kemudian dikelilingi garis-garis yang nggak putus. Dan monogram menghasilkan bunyi, kan? Nah, pas deh sama ayat di atas: tangan mereka akan berkata kepada Kami.

Begitu juga dengan keping CD. Di tengahnya ada titik (bolongan), kalau sudah masuk data-data aka di-burn, bakal muncul garis-garis putih yang mengelilinginya. Pun dengan flash disk yang konon pembuatannya terinspirasi dari jempol manusia. Nama dagang awalnya pun (tahun 2005) thumb apa gitu. Dari ‘jempol’ itu bisa tersaji berbagai macam suara (bisa menyimpan lagu, film).

Jadi, penggambaran TANGAN akan BERKATA di akhirat nanti kurleb seperti itu bahkan lebih canggih! Tiap-tiap yang dilakukan oleh tangan kita semua sudah otomatis terekam yang bakal jadi bahan pertanggungan jawab amal-amal kita di hadapan Allah. Catet! Bukan dari tangan kita tiba-tiba muncul mulut lho! 😝

Gimana kalau orang nggak punya tangan dan kaki? Nggak bisa bersaksi donk tangan dan kakinya nanti di akhirat? Ah, lagi-lagi di Al Quran sudah ada jawabannya: …pendengaran, penglihatan, dan KULIT mereka menjadi saksi terhadap perbuatan yang mereka lakukan. (QS. Fushshilat)

Dan ternyata, penemuan kaset sebagai alat perekam suara nyaris mirip dengan kulit kita. Pita kaset mampu merekam karena terbuat dari bahan (plastik) yang mengandung magnet. Pun, ternyata kulit kita mengandung magnet! So, tiap-tiap perbuatan anggota badan yang dilapisi kulit so pasti terekam nggak kurang nggak lebih. Jadi saksi di hadapan-Nya nanti. Ya Allah… 😱

Di ending, yang bikin gue kian merinding pas si pembicara bilang begini: pesan saya, bapak ibu boleh bermaksiat, berbuat jahat, tapi syaratnya satu: tinggalin tangan, kaki, sama kulitnya di rumah. Simpan dalam lemari.

Ah!

Tetiba langsung keingetan semua dosa-dosa, wa bil khusus dosa terhadap emak gue. Ya Allah, maap…😈

5 comments

  1. dhico velian · April 19, 2015

    kalau tafsir terkait dengan ayat dlm Q.S Yasin di atas gimana ya Mbak?

    • Enje · April 19, 2015

      Waduh, yg ditanya gak lebih tau dari yg nanya. Kmrn ga bahas tafsirnya, Bro maap,yeee 😂

  2. Eka Novita · April 19, 2015

    Subhanallah, jleb jleb jleb. Bahkan ditubuh kita sendiri ada CCTV yg siap bersaksi. Aku takuuuutttt dg pertanggungjawabannya kelak. Mudah-mudahan kita termasuk orang2 yg mau bertaubat dan diampuni Alloh yaaaa :’)

  3. liadisini · April 21, 2015

    hmm.. agak berbeda pendapat. kalo gw bilang, si Ryan itu pemahamannya baru sampai akal(otak) belum sampai hati(qalbu).
    tapi emang serem ya? ampun ya Allah T.T

    • Enje · April 22, 2015

      Iya, pematerinya ngomong begitu 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s