Empat Kamis

Empat Kamis sudah ditinggal Mamak. Masih aja ada satu pertanyaan yang terus menggelayut yang pengennya gue tanyain ke Tuhan. Dan minta dengan sangat jawabannya.

Gue bingung. Ada kali delapan tahun lebih gue dan Mamak tidur di satu kasur bareng. Pula tiga tahun kami tinggal di satu rumah berdua aja. Pula perginya kami ke rumah sakit di sisa umurnya gue yang pangku dia Pondok Aren-Kreo-Bintaro-Pamulang.

Kenapa, oh, kenapa… endingnya gue malah nggak diizinin dampingin Mamak di penghembusan napas terakhirnya?

Padahal malam sebelumnya kami masih berdua di mobil ambulance ke rumah sakit lain buat cek kondisi otaknya pakai ct scan. Padahal tiap malam di Rumah Sakit, cuma nama gue yang dia panggil. Padahal juga sejak gue tinggal dia buat istirahat sesiangan, cuma gue yang dia cari.

Ini hukuman atau apa, Tuhan?

2 comments

  1. Sekar · Mei 17, 2015

    mbak enjeee… jangan bilang gitu😦 khawatir malah suuzon ke Allah. Belum waktunya mbak dapat jawaban sekarang. Semoga lekas terpuaskan yang selalu jadi pertanyaan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s