Keep Syar’i & Fashionable, Why Not?

image

In my opinion, ngobrolin tentang hijab di Indonesia, tuh, nggak pernah ada matinya! Dari zaman orde baru dimana pemakaian hijab masih dilarang-larang hingga di zaman reformasi dimana pemakaian hijab jadi “serba kebablasan”. Masing-masing punya warna-warni dan ceritanya tersendiri.

Kalau dulu para muslimah pendahulu kita dengan segenap upaya walau harus berhadapan dengan peraturan ini itu membumikan hijab demi menjalankan syariat di negeri sendiri, di era kekinian muslimah kita membumikan hijab bahkan hingga ke manca negara. Sebut saja Dian Pelangi yang membawa hijab hingga ke Australia, Inggris, dan terakhir di Amerika bersama Zaskia Sungkar dan Barli Asmara. Yang terakhir bahkan mereka bukan hanya membumikan hijab, tapi juga megangkat salah satu dari budaya Indonesia: kain tenun Nusa Tenggara Barat.

Di dunia maya dengan kecanggihan social media-nya pun nggak kalah. Begitu banyak muslimah Indonesia yang memberikan tutorial secara cuma-cuma baik melalui blog pribadi, chanel youtube maupun akun instagram mereka yang membuat jangkauan hijab kian meluas saja. Dari muslimah fashion blogger yang fashion oriented dengan lilitan berlapis-lapis di kepala hingga yang syariat oriented semua ada di Indonesia tercinta.

Ini tentu saja menjadi syiar positif bagi muslimah yang belum berhijab, juga non-muslimah yang diharapkan bisa mendapatkan hidayah. Hasilnyapun sudah mulai terlihat. Alhamdulillah satu persatu artis dan penyanyi wanita Indonesia mengenakan hijab bukan cuma di dunia nyata, bahkan hingga layar kaca. Efek dominonya, masyarakat kitapun mau nggak mau mengikuti polah pujaannya. Berbondong-bondonglah muslimah Indonesia yang menambahkan hijab sebagai fashion wajib.

Okey, sampai sini saya sebagai penulis mau mengucap beribu terima kasih untuk siapapun yang sudah membumikan hijab di era kekinian. Great job, Sist!

Nah… masalahnya adalah, semakin ke sini hijab yang sudah kepalang terbumikan justru jauuuh dari esensi hijab yang sesungguhnya seperti diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Misal: kurang bahkan nggak menjulur hingga menutup dada, hijab sekadar penutup kepala, masih mengabaikan beberapa bagian tubuh yang mestinya ditutup, dllsb yang justru mencoreng hijab itu sendiri.

Alhamdulillah masih ada beberapa pihak yang sadar untuk mengembalikan makna hijab yang sesungguhnya. Dimulai dengan Komunitas Peduli Jilbab yang aktif menggalakkan lagi jilbab syar’i di sosial media dan dunia nyata, hingga muncul beberapa brand pakaian yang menomorsatukan kata syar’i daripada fashionable itu sendiri.

Nah… mongomong tentang hijab syar’i, beberapa bulan lalu saya follow akun IG @babyhijaber yang foto apalagi caption-nya kece binggow! Sudahlah sosok si Mommy yang inspiratif selalu, fotonya keceh, hijabnya juga syar’i plus nggak ketinggalan kekinian booo’!

Dari akun si Mommy saya jadi tau brand @byummubalqis yang ternyata adalah salah satu brand pakaian muslimah yang memadukan kata syar’i dan fashionable di tiap produk yang dihasilkan. Syar’i and keep up to date from top to toe. Macam gaya si Mommy yang selalu kece dengan pakaian syar’i-nya.

Harapan saya sih @byummubalqis bisa terus istiqomah menjaga kesyar’ian tiap produk yang dihasilkan dan nggak terpengaruh dengan arus fashion pada umumnya. Okeee… go ahead lah untuk Brand Ummu Balqis. :D✊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s