Veer

Cerita cinta dalam balutan bela negara emang nggak ada matinya, ya?! Bukan melulu ngedepankan sisi romantikanya, lebih dari itu sisi kepahlawanannya. Itu yang gue dapat dari film India jadul berdurasi 2jam-an: VEER!

Tentang seorang pahlawan India (Namanya Veer, artinya pemberani, diperankan oleh Salman Khan) dari suku Pandari yang oleh ayahnya sudah disiapkan sejak kecil untuk membunuh pengkhianat nomor wahid India kala itu (Gyanandra Singh) yang bersekutu dengan penjajah membunuhi warga India, terutama para Pandaris yang dilabeli suku paling barbar.

Konflik mulai muncul saat Veer sukses membajak kereta yang ditumpangi penjajah Inggris dan di dalamnya dia bertemu seorang gadis cantik cinta pertamanya. Ndilalah, saat Veer diberi titah oleh sang ayah untuk menuntut ilmu di Inggris demi mempelajari kelicikan kaum penjajah, dia malah kembali bertemu dengan perempuan tersebut (Yashodara), yang semakin mereka berdua saling mencintai, jadi taulah Veer kalau gadis pujaannya ternyata anak dari pengkhianat yang akan dibunuhnya. 

Antara wanita atau negara. Veer bersumpah akan menikahi anak si pengkhianat sekaligus membunuh si pengkhianat negara. Nah lho, kok bisa? Itulah kerennya. Kalau bisa dapat dua, kenapa harus pilih salah 1? 😀

Berbekal wawasan yang didapat selama belajar di Inggris, ditambah kemampuan fisik yang mumpuni, Veer pada akhirnya mampu membuat taktik untuk lebih dekat & menjadi orang kepercayaan si pengkhianat. Saat persatuan antara suku Pandari dan Madhavgarh hampir mencapai titik temu, pengkhianat tetaplah pengkhianat. Lagi-lagi dia malah bersekutu dengan penjajah untuk menghabisi Veer, Ayahnya, dan suku Pindari. Fyuh!

Tapi itu dia yang sudah diancang-ancang Veer. Saat si pengkhianat berulah lagi, suku Madhavgarh mulai membelot dari rajanya dan berbalik memerangi pasukan Inggris yang ada di istana. Daaan, dari situlah muncul rasa nasionalisme dalam diri mereka, yang selama ini justru saling memerangi antar suku.

Dalam perjalanan melaksanakan visi besarnya, seperti kebanyakan kisah pahlawan, Veer mengalami rupa-rupa kesulitan. Dari mulai cintanya dipersulit oleh kakak Yasho yang juga menuruni darah pengkhianat ayahnya, sampai harus berduel dengan ayahnya sendiri yang nggak mau menarik sumpahnya dulu untuk meraih kemenangan dengan memenggal kepala si pengkhianat bukan dengan jalur damai yang diajukan Veer.

Ah, ini film kebangetan deh kerennya. Dari skenario yang katanya ditulis sendiri sama Salman Khan, banyak pelajaran yang bisa dipetik darinya. Tentang keberanian, menepati janji/sumpah, berbakti pada orang tua, cinta tanah air dan menyiapkan generasi/keturunan yang berdaya.

5 bintang!

P.S: kali kedua nonton film yang diperanin Salman Khan (yang sebelumnya tentang konflik India-Pakistan), makin malu karena dulu pernah underestimate-in film India yang cuma bisa nyanyi, joget, temanya nggak jauh-jauh dari cinta-cintaan. Setelah Amir Khan, Salman Khan jadi aktor India kedua yang gue gandrungi. Ayeeee! :p

Misteri 2 Qul

Hooaaammm… Kemana-mana dengan bangga ngakunya blogger, di bio sosmed nyantumin status blogger, lah tapi ada kali 2 bulan nggak nengok rumah maya gue sendiri, dengan alasan lupa password. Hiks, paraparacubet! –a

Okey, buat menebus kesalahan dan nyemangatin diri lagi di Hari Blogger Nasional 2 hari lalu, gue mau kembali cuap-cuap mulai sekarang, minimal seminggu sekali. Yosh doakan aku yaaa, aku pasti bisaaahhh!

Kemarin gue dan teman-teman sekontrakan bertandang ke rumah ustadzah di sebelah rumah buat ngemis minta motivasi blablabla yang kian hari kian kendur aja rasanya, berjamaah pula. Nah, di bagian penutupan pertemuan itu beliau sedikit memaparkan tentang perbedaan 2 Qul.

Iya, 2 Qul. Nggak salah baca. Salah dua dari tiga surat pendek yang sejuta umat di seluruh dunia seriiing banget mengulang-ulangnya saat sholat. Guess What? Yomaaa, Qul a’udzu bi Rabbilfalaq sama Qul a’udzu bi Rabbinnaas aka al-Falaq & an-Naas.

Buat yang lagi ngerasa nggak bergairah menjalani hidup, pengen banget dikasih siraman rohalus rohani dari Oom Mario Te*uh, perlu banget kita belajar dari 2 surat di atas. Yuuuk!

Coba perhatiin deh terjemahan surat al-Falaq. Di surat itu berapa kali hayooo kita disuruh minta perlindungan pula berapa macam perlindungan yang kita disuruh berlindung PadaNya. Sudah dicek?

Kalau sudah, sekarang bandingin sama surat an-Naas. Di surat itu berapa kali kita disuruh minta perlindungan pula berapa macam perlindungan yang kita disuruh berlindung PadaNya. Ayo, ayooo, ayooo dicek!

Buat yang belom sempat ngecek saking seriusnya baca tulisan ini *yakali ada yang begitu*, gue kasih tau deh yak?! 😀

Jadiii, jawabannya adalah… di surat al-Falaq, Allah perintahkan kita SATU kali berlindung (Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai Subuh) dari EMPAT macam hal yang amat perlu kita berlindung dari padanya (1. dari kejahatan mahluk yang Allah ciptakan, 2. dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 3. dari kejahatan para perempuan penyihir, 4. dari kejahatan orang yang dengki)

Sebaliknya, di surat an-Naas, Allah perintahkan kita TIGA kali berlindung (Aku berlindung kepada: 1. Tuhan manusia 2. Raja manusia 3. Sembahan manusia) dari… cuma SATU hal yang perlu kita berlindung padanya (dari kejahatan bisikan setan yang tersembunyi).

Got the point, Buddy? Berhubung gue jomblo baik hati, gue kasih tau lagi nih…

Untuk segala kendala yang bersumber dari dalam diri, banyak-banyak-banyak-banyak deh minta bantuan sama Allah. Sekaligus juga introspeksi diri. Niat, tekad, rasa malas, sombong, dlldlldll.

Buat siapapun yang selalu bilang ‘kalo tempatnya kayak gini pasti lebih enak’ ‘kalo suasananya begini gue pasti bisa’ ‘kalo nikah sama dia gue pasti bakal bahagia’ dllsb yang serupa, kamu salah besaaarrr! APAPUN, yang perlu diperbaikin adanya di sini (nunjuk dada), bukan si dia di sana atau kondisi kayak begini.

Kalau lagi malas mewujudkan apa yang kita cita-citakan, bukan karena siapa-siapa atau apa-apanya yang salah, tapi coba liat diri kita, dalam hati kita. Mungkin niat juga tekad yang belom kuat? Kalau lagi ngerasa kita orang paling malang sedunia, mungkin syukurnya melebihi kufur? Kalau lagi cinta mati sama seseorang, mungkin ilmu Move on-nya masih kurang jago, haha. Dan seterusnya…

Oke ya Yooot… Segitu dulu ya sharing tentang 2 Qul-nya. Moga manfaat! 🙂