Fatazawwaduu!

Peeps… selama ini kalau kita berbuat baik, apa sih yang bikin kita semangat menekuninya?

Sebagian yang maqomnya sudah melangit pasti menjawab liLlahi ta’ala, cari ridho Allah. Mantab!  Daaan, ada juga pasti yang jawab atas dasar kasian dengan satu hal/seseorang yang nasibnya tak seberuntung kita. Yaaa… itu sah-sah aja, right?

Terkait dengan hal ini, tadi gue baru aja diingetin tentang untuk apa gitu kita capek-capek ngurusin anak orang lain (membina)?

Kalau gue masuk mazhab yang mikirnya ya nggak tega aja *walau kadang bertemu sama yang namanya bosan jua*. Dulu gue dibimbing sama kakak-kakak alumni Rohis, masa sekarang gue nggak melakukan hal yang sama? Sudahlah makin sedikit orang yang mau balik lagi ke sekolah mereka untuk mendampingi adik-adik Rohis, terus mereka sama siapa dooonk?

Peringatan pertama sebelumnya datang dari seorang guru super galak yang bilang, “ada nggak ada kamu, Nje, kami akan tetap jalan, kok. Jadi, nggak usah khawatir.” Ahiya banget ya, ke-GR-an banget gue selama ini. Seakan-akan kalau nggak ada gue mereka bakal luntang-lantung menyedihkan. Of course NOT! Tapi, tetap aja gue masih nggak tega untuk ninggalin mereka.

Sampai akhirnya tadi diingatkan lagi sama seorang ustadzah, which means peringatan kedua. Berbanding terbalik dengan si guru super galak, kata beliau, “kita capek-capek ngurusin anak orang lain (membina) selain cari ridho Allah, supaya nanti anak kita ada yang membina juga. Kalaupun bukan melalui tangan mereka (anak-anak yang sekarang kita bina), tapi bisa jadi dari binaannya mereka kelak atau siapapun yang pernah dibina.”

Ahiya betul juga. Melihat kondisi masyarakat kita yang semakin memprihatinkan macam lgbt, pornografi, dkk yang sangat mungkin menghantui anak cucu kita, menjadi tugas kita untuk menyiapkan generasi pembina terbaik untuk anak-anak kita kelak.

Okesip deh… kalau gitu gue nggak mau berhenti membina, walau kadang mesti ditukar dengan kenikmatan duniawi yang bikin mupeng peng peng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s