Perihal Menjadi Penulis

Sejak punya sedikit buku yang di dalamnya-baik sebagian pun full-terdapat tulisan gue, beberapa orang bertanya-tanya yang intinya cuma satu: ajarin gue nulis, donk, Enje?

Selalu, jawaban gue pun cuma satu: yuk, mulai ngeblog, beib! Simpel ae.

Makanya gue heran sama orang yang bilang: kalau mau jadi seorang penulis, haruslah punya guru. Kemudian dia promosi dirinya sendiri dengan mengatakan siap jadi mentor menulisnya atau ngajak ikut pelatihan kepenulisan yang dia selenggarakan.

Salah? Nggak kalau dianya terbukti sudah punya bejibun karya yang diakui mutunya oleh banyak penikmat buku. Tapi gue nggak setuju pangkat tiga kalau yang ngomong begitu karyanya baru bisa dihitung dengan jari satu tangan #sori.

Sama juga halnya kalau ada penulis yang dikasih kesempatan sama Allah untuk ngisi seminar di sini dan di situ, terus bilang ke audience untuk ikut sekolah public speaking yang dia ikuti biar pede bicara di depan umum.

Hey, kenapa segala sesuatunya sekarang jadi diduitin seeeh? Seyakin gue, baik nulis maupun public speaking adalah kemampuan yang bisa didapat dengan cuma-cuma. Asal mau terus ngasah kemampuan dan nambah jam terbang. Setuju nggak nih???

Jadi, kalau lo nggak punya uang untuk ikut seminar nulis berbayar atau sekolah public speaking, nggak usah berkecil hati. Lo tetap bisa kok bermimpi punya dua kemampuan di atas.

Lo nulis di blog, disebar ke sosmed, dibaca plus dikomen pengunjung blog bukannya secara nggak langsung mereka jadi guru kita juga? Eh tapi kalau nggak ada yang komen…? Ya terus aja nulis sampai lo nggak nyangka kemampuan menulis lo sudah kian meningkat. Alah bisa karena biasa, kata pepatah.

Begitu juga dengan public speaking. Lo jadi MC, pembedah buku di majelis halaqoh juga bukannya titik awal untuk pede ngomong di depan khalayak yang lebih ramai?

Jadi ingat kebawelan abang gue yang barulah gue sadar gede banget manfaatnya buat hidup gue: LO TUH HARUS SELALU SATU LANGKAH DI ATAS TEMAN-TEMAN LO. MEREKA MASIH TIDUR LO SUDAH HARUS BANGUN. MEREKA BARU JALAN LO SUDAH HARUS LARI. JANGAN JADI MANUSIA KEBANYAKAN.

Begitu juga kali ya kalau mau bisa nulis. Saat orang lain masih sibuk nanya-nanya (terus) tentang gimana jadi penulis, yaudah nulis aja buru.

Prosesnya pastilah berat. Macam gue yang hampir tiap hari dibego-begoin sama abang sendiri di depan orang-orang tiap diajarin PR. Selain guenya yang bebal, dia juga yang selalu ngajarin soal MTK anak SMP pakai cara anak SMA. Tapi di kelas, gue jadi ngerti duluan dooonk apa yang diajarin guru. Pedih kalo diinget, tapi hasilnya manis manja grup! :p

6 comments

  1. housewivegeek · Februari 24

    Hahaha masih mending ada yg ngajarin

  2. housewivegeek · Februari 24

    Gimaana sih mau follow situlangnyampah gak bisa2

    • Enje · Februari 24

      Oprek2 aja. Pasti bisa. Atw gak Buka dr browser. Nanti muncul tampilan versi Web. Oke

  3. pianochenk · Maret 21

    blogmu minimalis ya nurje? baru nyadar, soalnya baru liat pake lapie biasanya di hape aja.

    • Enje · Maret 21

      Minimalis dr segi apa mbaknyaaah?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s