(Lagi-lagi Tentang) Niat

Wew baru nyadar… ada kali berbilang bulan nggak angkat tema cinta-cintaan lope-lopean di blog tertjintah! Hm, inikah pertanda gue jomblo kronis??? Kayaknya bukan, kayaknya juga iya. Lagian, makna cinta kan luas, macam yang mau gue bahas ini. Yuk cekidut!

Gue yakin banyak dari kita sudah hapal betul hadits arba’in nomor 1 yang bahas tentang niat. Tapi, taukah, ternyata bahasan ini semakin diselami semakin asyik lho! Kayak yang kemarin gue dapat dari kajian seorang ustadzah.

Tentu masyhur di telinga kita kisah Muhajir Ummu Qois (ikut hijrahnya si fulan demi nikah sama seorang fulanah **dari dulu fulan pasangannya ya fulanah, bukan hermansyah**) yang termaktub kisahnya secara garis besar di hadits tentang niat itu. FYI, kerennya Islam, sampai sekarang masih nggak ketauan lho nama asli para pelaku untuk nutupin aib mereka berdua.

Poin dari hadits tersebut yakni, tiap apa yang kita lakukan pasti ada niatnya. Bohong kalau ada yang bilang: kebetulan, nggak sengaja, blablabla.

Masalahnya nih ya… buat orang macam gue yang sering bercanda, suka lupa kalau cuma ada DUA MALAIKAT pencatat amal kita. Kalau nggak amal baik yang dicatat sama si Roqib, ya amal buruk yang dicatat sama si Atid. Nggak ada yang di tengah-tengah, hiks. Jadi, kalau kita bercanda bakal dicatat sama siapa?😐

Lanjut. Gue baru ngeh banget kalau yang namanya niat, cuma Allah yang tau. Hatta, 2 malaikat pencatat amal kita aja nggak tau dan nggak bisa mencatat niat-niat kita kecuali sudah berubah jadi amal nyata. Mungkin masih ingat cerita seorang penghapal Qur’an, seorang syahid di medan perang sama seorang ahli sedekah. Ketika malaikat hendak membawa mereka bertiga, Allah tawan ketiganya karena perkara niat mereka yang salah. Heuw.

Itulah kenapa, yang namanya niat mesti dijaga di awal tengah akhir bahkan jauh-jauh hari setelahnya bahkan sampai kita wafat T.T. Macam Ali bin Abi Thalib yang nggak jadi membunuh lawan di medan perang setelah diludahi karena takut niatnya berubah (jadi tersinggung) sudah diludahi. Atau Amr bin Yasir yang terpaksa mengucap kalimat kufur setelah melihat Ibunya ditombak dari kemaluan sampai menembus kepala dan bapaknya yang kiri-kanan badannya ditarik oleh kuda hingga terbelah dua. Tapi Rasulullah tau masih ada iman di dadanya hingga beliau berpesan, “besok kalau mereka datang lagi, ucapkan kalimat itu (Latta, Uzza, Manat).”

Buat para perempuan *gue aja kaliiii!” yang sering baperan, ayooo kita berhenti menilai seseorang cuma dari kata “perasaan ya, dia gitu banget sama gue”. Sebelum yang kita rasakan berbuah jadi tindakan bagi si pelaku, nggak boleh menilai seseorang. Karena apa??? Yap, wa Huwa ‘aliimun bidzaati ash-shuudur, cuma Allah yang tau tiap yang di dalam dada manusia. *bisikin kuping sendiri*. Kayak cerita Usamah bin Ziyad yang dimarahi Rasulullah saw karena membunuh lawannya di medan perang yang beberapa detik hendak dibunuh malah melafadzkan syahadat. Kata Rasulullah, “memangnya kamu sudah membelah dadanya sampai kamu tau dia bersyahadat cuma demi nggak dibunuh?”

Terakhir berita baiknya untuk kita semua, Pals… Tiap niat baik kita sudah dicatat satu pahala sama Allah. Apalagi kalau sudah jadi tindakan, minimal dapat 10, maksimal suka-suka Dia mau kasih berapa. Sebaliknya… tiap niat buruk nggak bakal dihitung jadi dosa, malah kalau gagal eksekusi dia berubah jadi pahala. Aih, sedappp! Mari biasain berpagi-pagi meniatkan seluruh kebaikan yang kita lakukan untuk Allah aja. Apalagi buat yang sering terjebak sama si Ruti aka rutinitas. Kan rugi bandar yaaa sedekah kita ke pengamen misalnya, nggak dihitung sebagai pahala.

Yaudah gitu aja. Moga manfaat yaaa. Mudah-mudahan ini jadi bukti cinta kita terhadap ilmu walau secuil. See… cinta itu luas, Mamen! Hidup jomblo! #lah ;p

2 comments

  1. Jauharry · Maret 7

    Niat hadis yg paling ngelotok, tapi prakteknya gampang-gampang susah. Niat baik di catat walau baru niat. Niat buruk apa tetep dicatat ya walau gak diperbuat bukan karena kesadaran ?

    misal, Aye mo nyopet tapi kaga jadi gara-gara keburu dicurigain.

    • Enje · Maret 7

      Iya emang susah susah gampang hehe. Ya kali ya dpt pahala karena Ga jd. Tp Ga Tw deh klw alasan Ga jadinya karena sdh dicurigain hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s