Nubie Naik Gunung Ceremai (1)

Assalamu’alaikum ‘alaikum yaeeey…

From now and then, gue mau share pengalaman naik gunung Ceremai, ah. Agak norak, sih, tapi biar ada jejak abis turun gunung. Selain jejak kaki, sertifikat, juga tulisan! Gapapa yayayaaa…?! šŸ˜€

Oke, pertama-tama gue mau cerita dulu tentang… proses gue bisa pergi ke gunung tertinggi di Jawa Barat ini. How come?

Jadi salah satu dari list di have to do gue di tahun ini adalah nyicipin naik gunung. Dari sebelum Ramadhan, gue bilang lah ke salah satu teman yang baru turun (namanya Nurhamidah) “Kapan naik lagi, gue ikut ya?”. Ndilalah… gayung bersambut dia bilang emang mau naik gunung Ceremai sekalian pulang kampung di Kuningan. Tanpa tau kalau itu gunung treknya super gila, gue iya kan lah. Deal, H+7 lebaran kami berangkat.

Dengan persiapan fisik yang minim (puasa stop olah raga, lebaran kebanyakan makan santan), Rabu 13 Juli bada Subuh gue berangkat demi mengejar kereta Tegal Express yang super murah meriah mengingat waktu libur lebaran (49ribu, meeen!).

Kereta berangkat pukul 7.45 dari St Pasar Senen, sampai di St Cirebon Prujakan pukul 11.30. Teman gue sudah stand bye dengan dua orang temannya, Ary dan Niam untuk langsung menuju tempat sewa tenda dan peralatan nge-camp lainnya.

Fyi, gue dibonceng sama Niam pakai motor Honda tahun 70-an yang dimodif jadi mirip-mirip Harley kekinian. Aduhaaai… sukses bikin gue ngerasa jadi orang paling kece se-Cirebon&Kuningan sepanjang jalan, dah!
Selesai urusan pinjam tenda dkk, kami menuju rumah Midah untuk istirahat sebentar di Cibeber, Kuningan. Kemudian lanjut ke Alfamart terdekat untuk bertemu dengan yang lain. Dari situ gue jadi tau, tim yang akan nanjak terdiri dari Gue, Midah, Mari (adiknya Midah), Ana (sepupunya Midah), Dicky (teman SMA-nya Midah), Ari (juga teman SMA-nya Midah).

Ber-5 kami naik elf menuju per4an Linggarjati (Dicky sudah duluan naik motor) kemudian lanjut naik mobil omprengan Bah Jambrong yang konon emang khusus menyediakan tumpangan untuk para calon pendaki sampai ke pos wajib lapor (Pos pertama, Pos Linggasana) dengan harga 10ribu saha. Ini murah mengingat kalau jalan bakal memakan waktu 1jam. Ngirit tenaga, bro!

Oiya, sebelum berangkat sebetulnya gue sudah googling tentang gunung Ceremai. Salah satunya di sini. Tau lah gue, untuk bisa sampai ke puncak Ceremai (3078mdpl) terdapat 3 jalur. Yakni jalur Apuy, Palutungan, dan Linggajati (terkenal dengan gedung bersejarah tempat diadakan perjanjian Linggarjati dulu) yang merupakan jalur paling jauh/panjang/sulit diantara dua lainnya. Sejujurnya agak nyeri dan mau mundur waktu si Midah bilang naiknya lewat jalur Linggajati, “biar berasa naik gunungnya, Kak!”. Tapi apa daya, gue cuma ngikut mereka, masa iya mau nawar? Alhamdulillah juga gue belum pernah naik gunung, jadi belum ada pembanding. Lanjut aja dah. Janji sudah keburu janji, apapun yang terjadi pendakian harus tetap jadi! Yeah!

Di pos pendaftaran, ketua kelompok pun ditentukan. Oleh Midah, Dicky ditunjuk sebagai ketua karena doi yang sudah pernah naik sampai puncak lewat jalur ini. Walau sudah beberapa tahun yang lalu, pas doi masih berseragam abu-abu. Bismillah. Kami percayakan pendakian ini pada ahlinya, eh, pada si Dicky.

image

Nubie. Bawaan paling heboh. Wkwkkk

Bersambung ke sini yuuuk!

Iklan

6 comments

  1. titantitin · Juli 18, 2016

    diajak ke sono dr lama, enggak mau ajah šŸ˜€

    • Enje · Juli 18, 2016

      Bener ya, kadang menjadi bodoh itu menguntungkan. Karena masih bodoh sama semua gunung, aq iyain aja pas diaja naik ke ciremai wkwkkkk

      • titantitin · Juli 18, 2016

        kalo titin sebelumnya pasti gugling abis ttg si gunungnya šŸ˜€

        eh, aplikasi apa ituh namanya yg #jangankasihkendor
        mau coba dunk. ahaha.. OOT maap

      • Enje · Juli 18, 2016

        Googling pas h-4 sblm naik. Wkwkkk.

        Latihan jantung harian mbak…

  2. Ping-balik: Nubie Naik Gunung Ceremai (2) | enjeklopedia
  3. Ping-balik: Nubie Naik Gunung Ceremai (3) | enjeklopedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s