Nubie Naik Gunung Ceremai (3)

image

"lubang"nya Ceremai

Semoga nggak nge-spam dan nggak bosan. Hehe. Lanjut sharing pengalaman naik gunung untuk yang pertama kali dari sini dan sini yaaa…

Mendaki ngajarin gue untuk bertanggung jawab menuntaskan apapun yang gue lakukan.

Pendakian menuju puncak yang totalnya kurleb 18 jam, kami nikmati hasilnya dengan mengagumi Maha Karya Sang Maha Pencipta, foto-foto dan… TIDUR. Totalnya 1.5 jam. Nggak tau, gue lebih antusias tidur daripada antri foto-foto di puncaknya banget, tempat bendera merah putih berkibar-kibar.

Sesuai rencana awal, kami harus turun pulang nggak pakai nge-camp. Lebih ringkas awalnya, yakni 2 jam saja kami sudah sampai tenda di Pos Batu Lingga (saking capeknya, gue & Midah memilih untuk “nyerosot” di mana ada jalur berpasir). Setelah sholat, makan makanan yang tersisa, packing, kami lanjutkan perjalanan turun. Sang ketua (Dicky) meyakinkan, kami dapat menyelesaikan perjalanan turun 3-5 jam saja sampai Pos Cibunar.

Ya, doi bisa. Berdua dengan Ana, mereka melesat turun sampai Pos Pondang Amis tepat pukul 17. Sedang sisanya (Gue, Midah, Mari & Ari) jalan melambat gegara kaki gue yang kian nggak bisa diajak kompromi tepatnya setelah Pos Pangalap. Mendadak, dari pangkal paha sampai ujung jempol kelingking gue seperti bersekutu nggak mau menopang beban tubuh beserta bebannya. Kata seorang teman yang minjamin cariier, turun emang lebih susah daripada naik. Awalnya gue nggak setuju, tapi kini gue aminkan perkataan doi. Betul betul betulll.

Sampai pukul 23 kami nggak kunjung menemukan Pos Leuwung Datar. Jalur perjalanan pulang rasa-rasanya makin asing aja. Saat mata makin terasa sepat, kami putuskan untuk dirikan tenda di antara Pos Kuburan Kuda dan Pos Leuwung Datar. Alhamdulillah-nya tenda dibawa si Mari. Tanpa banyak omong, setelah sholat Isya semua tertidur pulas sampai Pukul 5 Subuh.

Berhubung dari awal emang nggak niat nge-camp, makanya persediaan air dan makanan sudah setiris-tirisnya (air yang ditimbun sebagian juga kami biarkan nggak dibawa turun lagi. Biar jadi rejeki untuk siapapun yang menemukannya). Air yang ada cuma cukup untuk memasak teh tarik 3sachet. Satu-satunya perbekalan yang tersisa.

Tepat pukul 7.30, dengan tenaga yang berasal cuma dari teh tarik, kami lanjutkan perjalanan. Alhamdulillah, medannya sudah lumayan landai dan lapang, kaki gue pun sudah lumayan bisa diajak kerja sama. Pukul 8.30 kami sampai di Pos… Cibunaaar. ALHAMDULILLAAAH!

Di Pos Cibunar, hal pertama yang kami cari adalah: Indomie & air minum langsung dari sumbernya. Keduanya beneran nikmat mengingat perjalanan semalam yang bikin lelah jiwa raga.  Di sini sinyal sudah ada lagi. Midah segera hubungin Dicky & Ana untuk menjemput kami dengan motor.

Beberapa langkah kami tinggalkan Pos Cibunar. Dicky & Ana sudah tiba. Sisa tenaga kamipun terselamatkan sampai Pos Linggasana (Pos wajib lapor). Lapor selesai pendakian, serahin sampah, dapat sertifikat donk! *dengan biaya registrasi yang 50ribu/orang, sampai nggak sampai puncak tetap dapat sertifikat.

Sampai di sini aja sih kebersamaan kam. Setelahnya gue dan Midah memutuskan untuk berendam di air panas terdekat (Sangkan Hurip). Yang lai langsung balik untuk istirahat & persiapan sholat Jumat.

Nggak lama berendam, gue putuskan untuk langsung balik ke rumah naik bis Kuningan-Jakarta sampai Pasar Rebo. Perjalanan terakhir pun gue tuntaskan dengan Grabbike saking sudah capeknya. Alhamdulillah, pukul 20.30 sampai rumah dengan selamat.

Dengan kondisi badan yang hampir ambruk begitu, terasa banget. Senyaman-nyamannya tempat tinggal ya emang rumah sendiri beserta orang di dalamnya. Alhamdulillah ada kakak ipar yang bersedia ngerokin & mijetin. Ada juga kakak cowok yang hobi masak buatin makanan.

Sampai tulisan ini dibuat, pegal linu dan flu masih bertamu. Ya dinikmatin aja lah ya. Semoga jadi penggugur dosa selama di gunung kemarin. Mungkin thaharah yang kurang sempurna, sholat yang seadanya, segala rukhsoh yang dipakai dengan dalih “darurat”. Ya Allah… maaf.

image

Terima kasih pelajaran perjalanannya, Buddies!🙂

25 comments

  1. Ping-balik: Nubie Naik Gunung Ceremai (2) | enjeklopedia
  2. liadisini · Juli 19

    tapi emang ciremai ini susah kan ya? naik gunung lagi, nje. yang gampang aja jalurnya, biar terasa perbandingannya. tapi kayanya mesti persiapan fisik yang cukup. mungkin kalo lagi mendaki jangan makan mecin2. bikin lemes, itu.

    • Enje · Juli 19

      Iya mba. Orang bule jg ngakui itu. Klw aq naik lg mba mw ikut? :p

      • liadisini · Juli 19

        pengen sih pengen. tapi…

      • Enje · Juli 19

        Aelah pake tapi tapi hehe. Adek rohis sm tmn asrama ngajakin. Tadinya aq blg di gunung sm tmn2 aq kapok naik gunung. Karena mereka yg ajak, aq iyain. Wkwkkk ga konsisten

      • liadisini · Juli 19

        ya kemana dulu. udahlah gue tante-tante kemayu, belum pernah naik gunung sama sekali. takut nyusahin wkwkw

      • Enje · Juli 19

        Lah gue jg baru kmrn sekali2nya naik gunung. Wkwkkkk | tp bnr dah, naik gunung itu naklukin diri sendiri bkn gunungnya. Berasa bgt ungkapan itu.

      • liadisini · Juli 19

        kebayang nje. diuji banget keteguhan hatinya kan? mesti ngelurusin niyat hehe

      • Enje · Juli 19

        Iyaaa. Sama diuji jg keteguhan qta megang prinsip. Hiks, sedih gueee😐

      • liadisini · Juli 19

        whaa? prinsip apa? bikin kepo.

      • Enje · Juli 19

        Ya gitu deh. Interaksi sm non mahram. Itu yg bqn krg sreg naik gunung lg jg. Tp klw cewek smw yg naik gunung kurang mungkin ya. Ini mainannya laki2 bgt. Butuh mereka jg. Tp ya gt deh. Tau ah bingung. Gue ga biasa kali ya sm yg campur2 gt. Tll steril wkwkkk

      • liadisini · Juli 19

        hoo gitu. iya sih, sama. risih. idealnya sih sama mahrom. tapi..

      • Enje · Juli 19

        Tapi… blm punya mahrom. Ada kk sdh pd tua2. Dah ga mikir naik gunung, tp keluarga :p

      • liadisini · Juli 19

        hahaha.. derita kita😀

      • Enje · Juli 19

        Endingnya knp begini :p

      • liadisini · Juli 19

        hahaha abaikan kalau begitu

      • Enje · Juli 19

        Iya gur abaikan. Jalanin aja hidup dgn senyuman *pret lah

      • liadisini · Juli 20

        nah!

      • Enje · Juli 20

        Noh!

    • Enje · Juli 19

      Tp klw dr yg susah ke gampang kok ya jd ga ada tantangannya ya hehe. Jd minimal yg tingginya 3ribuan lah. #gayalu #padahalngejalaninnyangeluhterus #wkwkkkk

      • liadisini · Juli 19

        kan buat pembanding. abis itu naik ke yang susah lagi.

      • Enje · Juli 19

        Iya juga. Rinjani lbh tinggi. Tapi jauuuh di lombok. Mihil ongkos wkwkkj

      • liadisini · Juli 19

        wkwkwk, kalo kendalanya ongkos itu masalah gue juga

      • Enje · Juli 19

        Mslh sejuta umat wkwkkkk

      • liadisini · Juli 19

        sad but true

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s