Petuah Kakak

Pesan kakak cuma satu buat kamu, dek: ikhlaskan lah masa lalu…

Sebetulnya cuma teman terpaut satu tahun. Berhubung doi sudah nikah dan gue belum, sejak awal ketemu doi selalu merasa lebih tua dan gue dijadikan satu di antara sekian adek ketemu gedenya.

Orang Sumatera, bahasanya ceplas ceplos. Saya suke saya suke! Ndaleeem, nohok, bikin ngaca… 😐

Iklan

Refreshing ke Lalala (Jungle)land…

Alhamdulillah… kesampaian juga akhirnya booo’ icip-icip permainan di Jungleland. Yeay!

image

Rabu, 19/10/2016, berbekal segala info cuma dari Syeikh Google, berangkatlah gue dan seorang teman ke stasiun Bogor, lanjut ngangkot dan naik Trans Pakuan sampai Mall Bellanova demi menumpang Free Shuttle (mobil Gran Max dan Xenia yang tersedia 8 unit) yang disediakan untuk para calon pengunjung Jungleland yang berada di kawasan Sentul. Nggak sampai 15 menit, mobil tumpangan yang kami naiki mendarat dengan riang gembira di muka Jungleland.

image

Turun dari mobil, kami disambut dengan bola dunia ala-ala logo Universal Studio gitu, deeeh. Semoga ya Allah, bisa juga berkunjung ke Universal Studio beneran minimal yang di Singapore. Aamiin.

Menuju loket pembelian tiket, pengunjung harus melewati kawasan Downtown, yang di dalamnya berjejer rapi booth jajanan ringan dan rumah makan mulai dari menu tradisional sampai menu Korea. Tempatnya kece, apalagi ada red phone boot ala-ala London di dalamnya, nggak afdhol kalau nggak foto-foto. Hehe.

image

Seneng banget deh, begitu tau hari itu lagi ada diskon. Weekday yang biasanya 165ribu jadi cuma 99ribu sampai pertengahan Desember 2016. U-uuuuk rejeki jomblo solehah! πŸ˜€

Fyi, wahana di Jungleland yang kurleb berjumlah 39, ini dibagi ke dalam empat area berdasarkan kesamaan jenisnya. Ada Carnivalia yang punya 3 wahana jagoan untuk lo yang suka uji adrenalin, Tropicalia yang menjadi surganya anak-anak. Myesteria yang katanya sih juga area wahana uji adrenalin, tapi menurut gue biasa aja. Dan Explora, all bout Dimosaurs yang masih dalam tahap pengerjaan alias coming soon. Wkwkkk!

image

Discovery

Sebagai pengunjung dari Jakarta yang maniak wahana ekstrim Dufan, buru-buru kami langkahkan kaki ke area Carnivalia demi mencicipi wahana Air Race (sensai naik pesawat tempur), Disk’O (Korakora-nya Dufan divariasikan dengan gerak memutar dalam mangkok raksasa) dan Discovery (Tornado-nya Dufan tapi masih kurang seru) dan Bumper Car (bombomcar). Tiga kata lah untuk wahana tiga yang pertama: PUCING PALA PIJOH! :p

image

Disk'O

Oiya, di area ini juga kami memasuki wahana Haunted house dan Dino World. Bingung, rumah hantunya kurang seram lah Dino world-nya malah lebih seram dari Haunted House! :p

image

Puas di Carnivalia, kami eksplor area Tropicalia yang rame dengan adek-adek gemesh yang lagi pada study tour. Jadilah, di wahana Water flume (Niagara-nya Dufan), Harvest time (Roller coaster mini) dan Texan Train (kereta Thomas, hehe) kami harus antri rapi di antara mereka.

Berikutnya kami main-main di area Mysteria, menaiki tiga wahana: Hydrolift (Arung jeram made in Sentul), Megadrop (Hysteria-nya Dufan tapi jauh banget kadar kengeriannya  dan Boat blaster. Menurut gue wahana terakhir ini seru banget!!!

Di atas kapal yang berjalan mengarungi kurleb 500 meter kolam berarus kecil, dengan dipersenjatai tembakan meriam berisi air, para pengunjung harus berperang melawan para penghuni kapal di depan dan di belakang juga para pengunjung di sekitaran wahana yang boleh juga ikutan menembaki para penghuni kapal.

Dengan berlagak macam Laksamana Keumalahayati, gue dan teman-teman sekapal mati-matian menembaki siapapun yang mengganggu laju kapal kami. “Seraaang, Allahu Akbar!!!”

Ini dia satu-satunya wahana yang bisa menyatukan para pengunjung. Kenal nggak kenal, tembaaak!

Kalau boleh dinilai, gue mau kasih 3.5 bintang skala 1-5 untuk Jungleland. Seru sih, walau masih seruan dan menantangan Dufan. Plusnya wahananya banyak untuk anak-anak, dan konsisten durasi waktunya 2.5 menit untuk wahana yang menguji adrenalin. Tapi minusnya cuma 1, sih. Sudahlah weekday, sepi, gue mesti jadi semacam sales dulu, cari minimal 6 orang kalau mau naik satu wahana. Wkwkkk.

Untuk yang mau berkunjung ke Jungleland dari Jakarta. Ada 2 alternatif kendaraan, lho…
1. Bus APTB dari Blok M atau Grogol langsung turun di Jungleland
2. Kereta sampai St. Bogor, lanjut naik angkutan hijau 03 (rp 3500) menuju Botani, lanjut naik Trans Pakuan (rp 6000) menuju Mall Bellanova, lanjut naik mobil khusus berstiker Jungleland di seluruh body mobil sampai tujuan.

Btw, ada yang berencana pergi ke Jungleland? Atau sudah pernah ke sana? Gimana menurut kalian? Boleeeh kakaknya sharing di kolom komen… πŸ™‚

Perempuan Pantang Cengeng!

Kayak abis kesambet, tiba-tiba gue jadi suka buku-buku sejarah. Wow, ini keajaiban dunia nomor 10! Hehe.

Belum lama nemu artikel tentang Prang Atjeh (Perang Aceh). Masya Allah yah, orang Aceh itu keren banget!!! Dari dulu mereka sudah lekat dengan Islam, nggak terkecuali dalam hal menegakkan Izzatul Islam. Sebagaimana dalam agama kita manusia hanya dibedakan berdasarkan ketaqwaannya, pantang bagi mereka tunduk sama kaum penjajah dari Barat. Nggak akan pernah bumi Aceh diduduki kape penjajah walau sejengkal, kecuali nyawa mereka taruhannya. Jihad fi sabilillahΒ  bela negara is a must. Yeah!

Bukan cuma kaum Adam yang turun ke medan perang, lho, tapi juga kaum Hawa. Sambil menimang si jabang bayi di tangan kiri, lincah mereka ayunkan rencong dengan tangan kanan ke arah penjajah. Malam harinya, mereka beristirahat ke hutan sambil menina bobokan anak-anak mereka dengan senandung perjuangan.

Allah hai dododaidang
Layang-layang di sawah putus talinya
Cepatlah besar anakku sayang dan jadilah seorang pemuda yang gagah
Agar bisa berngkat perang membela Nanggroe

Wahai anakku, janganlah kau duduk berdiam diri lagi
Mari bangkit bersama membela bangsa
Janganlah takut jika darah mengalir
Walaupun engkau mati Nak, ibu sudah relakan…

Walau nggak se-tenar Kartini, banyak pahlawan perempuan yang lahir dari Aceh. Sebut aja Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Pocut Baren, Laksamana Keumalahayati, dan masih banyak lagi. Sebagai yang bukan keturunan Aceh, gue ikutan bangga! πŸ˜€

***

Oke, balik ke realita. Menurut gue, dari dulu perempuan Indonesia emang pantang cengeng. Kalau cengeng, malulah sama pendahulu kita. Hehe.

Walaupun zamannya sudah bukan zaman perang, di kehidupan yang katanya sudah modern banyak gue jumpai perempuan Indonesia yang tangguh berdiri demi orang sekitarnya. Salah satu yang bikin gue trenyuh, gimana tangguhnya seorang kenalan yang memutuskan nikah muda meninggalkan gemerlap dunia di depan mata (beasiswa ke luar, kerjaan bonafit), demi membangun keluarganya.

Sayangnya, semua pengorbanan beliau dilukai dengan satu kata yang menjadi mimpi paling buruk bagi kebanyakan perempuan: diduain!

Sakit. Tapi life must goes on. Belasan tahun beliau banting tulang meninggalkan hak-hak untuk dirinya jauh di belakang, demi membesarkan kedua anaknya seorang diri sampai kini mereka duduk di bangku kuliah (sampai bagian ini gue nggak bisa nggak nangis T.T).

Ladies, jangan cengeng, ya?! Poinnya bukan kita bisa hidup tanpa laki-laki. Hanya saja, kita harus terus tegak berdiri gimnapun kondisinya. Karena perempuan itu ibu peradaban, apa jadinya generasi besok kalau kitanya rapuh, cengeng, ngegalau aja kerjaannya? Yang single ada ujiannya, apalagi yang sudah dobel dan triple. Ayooo saling menguatkan! πŸ™‚