Single Parent

Gue kayak pernah cerita deh, tentang seorang kenalan yang memutuskan untuk mengurus sendiri dua anaknya sejak mereka masih di bangku SD, lantaran nggak mau dimadu sama suaminya.

Belum lama gue ketemu lagi dengan beliau. Lagi-lagi, ada yang bikin nyes di dada. Perih!

Waktu itu kami lagi janjian mau ketemu seorang teman. Pas dari jauh yang ditunggu sudah tampak, percakapan singkat itu terjadi.

Gue: si mbak itu awet muda banget ya. Ngiri, euy!
Teman: Iya. Masih pecicilan juga. Suka lupa umur. Hehe.
Gue: siapa yang nyangka anaknya sudah pada kuliah. Udah bukan kayak anak sama ibu. Keren!
Teman: itulah enaknya nikah muda, Mba. Kami sama-sama nikah muda. Bedanya, dia sukses, aku gagal. Hehe.
Gue: *speechless*

Di lain kesempatan, saat mengenalkan diri dengan orang baru, juga sama. Beliau selalu menekankan status ke-single parent-annya dengan lepasnya.

Orang baru: Saya X. Sudah berkeluarga. Punya anak dua.
Gue: Enje. Single.
Teman: Saya Y. Single parent.
Gue: *speechless lagi*

Kadang gue nggak habis pikir… perih di hati macam apa ya yang bisa membuat perempuan sampai segitu tegarnya? Menjadikan lukanya sebagai hal lumrah yang nggak minta diratapi, bisa senyum lepas menyoal statusnya sebagai seorang perempuan. Pun gue tau banget, kalau sudah kepanjangan obrolan kami, beliau bakal menitikkan air mata saking perihnya.

Hmmm, pasti perih yang berlipat-lipat ya? Banget, Enje!

Bukannya bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Tapi, dipertemukan dengan orang-orang kayak gitu, gue jadi banyak bersyukur plus malu. Seberat-beratnya ujian gue, ternyata nggak ada apa-apanya dibanding beliau.

Ya Allah, doa hamba cuma satu. Semoga anak-anaknya jadi anak yang soleh dan solehah. Aamiin.

Iklan

2 comments

  1. liadisini · Januari 25

    :O ex-husband gak ngurusin anaknya gitu? tiba-tiba istilah single parent ini mengusik pikiran. mengusik dulu, kapan2 aja dipikirinnya wkwkwk

    • Enje · Januari 25

      Gak. JAHAT ya?

      Alhamdulillah terusik wkwkjj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s