Yang Kucinta Tanah Airku

Lagi baca-baca ulang buku Arsitek Peradaban-nya Anis Matta, nemu paragrap syantik:

Yang tercinta tanah airku, engkaulah yang pertama kali menadah nurani kami.

Yang tercinta tanah airku, biarkan kami mencintaimu tanpa harus mempertuhankanmu . Biarkan kami menganggapmu sahabat sejati dalam kepesertaan kehidupan di alam raya. Jangan biarkan tembok ras atau pagar darah menghalangi kereta la ilaha illa llallah menyusuri padang hati manusia di atas punggungmu. Jangan biarkan nasionalisme menyekatmu dalam apa yang mereka sebut sebagai bangsa. Sebab negeri manusia yang sesungguhnya; ialah lembah iman tempat mereka membangun ‘jaringan hati’. 

Yang tercinta tanah airku, katakan kepada mereka yang mencoba menyebut kami sektarian atau primordial; kata itu adalah burung hantu yang justru engkau terbangkan di langit hati kami, namun kini telah tertembak mati oleh senapan nurani keislaman kami. Dan merpati Islam pun terbang tinggi membawa pesan kedatangan; kami kembali, o, yang tercinta tanah airku.

(bab Yang Kucinta Tanah airku, hlm 110-111).
Bagus ya? Ayo kobarkan semangat Indonesiaaa~~~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s