Pavettia Natural Mineral Facial Powder (Semacam Review)

Gue percaya banget, nulis itu terapi saat kebingungan melanda para zombie aka. Zomblo Bingung. Hehe. Okey, kali ini sekadar melepas penat, mau sedikit review satu produk yang baru gue kenal.

Secuek-cueknya gue, untuk urusan perlindungan wajah dari bahaya sinar UV, masih mayan aware lah. Apalagi setelah tau sikit-sikit bahaya sinar UV dan melihat para wanita yang nggak lagi muda yang wajahnya jadi berbercak karenanya. 

Agak telat sih awarenya, tapi lebih baik daripada nggak sama sekali, kan? 

Dulu zaman ngantor rajin pakai sunscreen-nya Wardah. Terus lagi booming-boomingnya BB Cream Wardah juga ikutan nyicip walau nggak bertahan lama. 

Selain bersihin mukanya yang agak malesi di malam hari, juga disadarin sama sodara perihal BB ini. Kata doi, “Nggak usah pakai yang gitu-gituan. Mending sehatin kulit wajah dari dalam (pakai serum).”

Ah, iya juga! Akhirnya gue putuskan untuk pakai bedaknya aja (bedak Wardah juga ada SPF-nya).

Nah, belum lama. Pas banget bedak nyaris habis, sodara gue kasih link IG @pavettiaskincare. Produk kecantikan yang taglinenya “From Farm to Beauty”. Kece!

Produk yang segala komposisinya ditanam di Subang, Jawa Barat, ini produknya emang belum sebanyak Wardah. Belum ada logo halal dari MUI juga. Tapi kalau baca review dan konsepnya, worth a try lah. 

Pssttt…tiap produknya ada sertifikat Ecocert juga. Semacam pengakuan di tingkat internasional kalau produk ini beneran menggunakan bahan alami (non kimia). Begitu kalau nggak salah penjelasannya.

Sekitar tiga pekan yang lalu kebetulan ada bazar produk online di bilangan Cipete sana, salah satunya si Pavettia ini. Meluncurlah gue dan sodara ke sana demi memburu diskon 10%! 😅

Setelah jajal-jijil dan menyesuaikan dengan kondisi kantong, gue putuskan untuk membeli Pavettia Mineral Facial Powder dan Pavettia Serum Vitamin C (untuk serumnya masih in progress, jadi belum bisa direview. Nanti kalau sudah ada hasilnya ya gue review. Hehe).

Oke, kali ini kita review bedak taburnya dulu. Dengan berat yang cuma 8 gram, awalnya setengah hati sih buat beli. Tapi beberapa kali pakai, hilang sudah rasa kecewanya. Berganti jadi ketakjuban dan mau beli produk lainnya. Hehe, perempuan!

Gue beli yang warna Mocha. Agak kurang terang, harusnya pilih Latte sesuai warna kulit gue yang kuning langsat kayaknya (Pilihan lainnya ada Rossy, Latte dan Terra yang disesuaikan dengan warna kulit wajah). 

Tapi yang paling penting adalah… 

BEDAK PAVETTIA INI RINGAAAAAAAANNNN BANGET! #KEPSLOKJEBOL

Pakai bedak tapi kayak nggak pakai bedak sama syekalih lho!!! Selain bikin wajah nggak cepat memproduksi minyak, dia nggak beleber juga pas keringetan. Abis dipoles kayak langsung nempel gitu. 

Selain itu aromanya juga aroma jamu. Alami banget. Dan kabarnya walau wadahnya kecil, dia bisa sampai dua bulan pemakaian rutin. Jadi konon ownernya salah beli ukuran wadah gitu deh. Jadilah walau kecil tapi full terisi penuh macam bedak padat. 
Oiya, produk Pavettia juga nggak bisa bertahan lama. Enam bulan saja kecuali kalau disimpan di suhu ruangan. Masih bisa diperpanjang lah pemakaiannya. Intinya nggak pakai bahan pengawet kali ya, soalnya betul-betul alami.

Buat para jama’ah bedakers, kalian mesti coba deh. Selain produknya yang made in dalam negeri, juga sudah waktunya kita kembali ke produk-produk alami demi wajah kita. Udah, gitu aja review-reviewannya. 😁

Kecil tapi padat lho!

Iklan