5 Keuntungan Terlahir Sebagai Anak Dari Keluarga Besar

Wahhh… long time no write nich! Nulis lagi ah! Ya kali aja corat-coret di sini bisa mengatasi penyakit hati tanpa perlu obat-obatan kimia yang pasti ada efek samping buat tubuh. Ya kan??? šŸ˜… 

Oke. Ceritanya mau nulis ala-ala tulisan di web hipwee.com dan sejenisnya. Betapa menjadi manusia yang terlahir dari keluarga dengan penghuninya yang kalau kumpul lebaran bisa sampai tumpeh tumpeeeh itu punya keuntungannya sendiri.

Apa aja? Ini dia…

1. Insya Allah kamu subur! 

Iya nggak sich… kesuburan itu  salah satunya dipengaruhi oleh faktor genetik juga? Menurut gue sih iya. Soalnya abang-abang dan mpok-mpok gue 80% cepat hamilnya (setelah nikah lhooo!) dan punya anak banyak!

Begitu juga dengan keluarga besar dari pihak Babak dan Mamak gue. Anaknya pada punya banyak anak. Anaknya lagi cepat punya anak. *pusing nggak tuh bacanya? šŸ˜‚ 

Yah kecuali Allah berkehendak lain, segala sesuatunya bisa dan sah aja terjadi. Misal, kakak-kakak pada cepat punya anak dan punya banyak anak. Terus Allah mau nguji lo dengan yang beda dari yang lain. 

Tapi nggak usah syediiih, kan sudah punya banyak keponakan dan cucu yang lucu bin menggemaskan bin ngangenin (yang masih pada bayi sih, hehe!).

2. Mangan ora mangan sing penting kumpooolll!

Punya keluarga besar insya Allah kita nggak akan ngerasa kesepian, Dude! Beberapa momen bisa jadi ajang kumpul demi merekatkan kemesraan ini supaya janganlah cepat berlalu~~~

Bisa jadi tempat minjam duit juga sih saat kantong lagi jebol, hehe. Yang penting ada niat dan itikad buat ganti ya! Soalnya sodara adalah sodara, tapi utang tetaplah utang. Nggak kenal sodara! *lho šŸ˜›

3. Caring is something!

Punya saudara dengan ekonomi yang pas-pasan ngajarin kita supaya jadi lebih peduli. Saat ada yang butuh kita bantu, saat kita lagi butuh insya Allah ada yang bantu. Asal jangan jadi manusia gadir aja ya. Dibantu mulu tapi nggak pernah ngulurin tangan buat bantu. Hehe.

Kemarin pas gue menggelar resepsi pernikahan, berasa banget betapa saudara-saudara dari yang inti ke yang besar pada turun memberi bantuan moril materil tenaga waktu pikiran dan maaih banyak lagi. Dari jauh-jauh hari, pas hari H, sampai setelahnya pun masih bantu-bantu  

Ah… moga Allah kasih kemampuan gue buat bantuin balik saat mereka ada hajatan kelak. Aamiin.

4. Belajar fleksibel dari banyak karakter saudara

Ini berasaaa banget. Banyak saudara means banyak kepala. Banyak kepala means banyak karakter orang yang mesti lo hadapi. Nggak perlu kuliah bidang Psikologi buat ngadepin saudara yang beda-beda karakternya. Wkwkkk ya kali!

Intinya perlakukanlah orang lain sesuai karakternya. Jangan minta dimengerti molooo. Gadir wooo! šŸ˜›

5. Jadi jomblo pun nggak masalah saat ada keluarga yang mensupport!

Iya sih jomblo, tapi ada wadah dan orang-orang yang bisa lo cintai dan lo pun dicintai. Enak kan?

Jadi inget, gue punya satu keponakan yang biasa setia anterin kemana-mana, yang suka gue traktir dan gantian nraktir saat doi lagi ada rejeki. Pokoknya kami sering bareng deh. Padahal usia kami terpaut hampir 15 tahun lebih banyak. Means doi baru aja lulus SD! šŸ˜…

Waktu kemarin gue anter doi masuk pondok di Timur Jawa sana sekalian jenguk keponakan lain yang tinggal di Jawa dan masuk pondok juga. Terbagilah perhatian gue ke mereka berdua. Tiba-tiba doi nyeletuk begini saat gue lebih banyak ngobrol sama keponakan yang lain:

“Situ waktu jomblo sama siapa?” 

Wkwkkk. Iyain beee! šŸ˜›

Terserah orang mau bilang apa dengan kondisi keluarga lo yang super duper gede. Mau dibilang jadul kek, berisik kek, rempong kek… biarin aja. Hidup lo kan lo yang jalanin! ā˜ŗ

We are big family~~~

Iklan

2 comments

  1. titintitan · Juli 31

    titin keluarga keciil,
    hanya 4 bersaudara dan baru punya 4 ponakan šŸ˜€

    • Enje · Juli 31

      Alhamdulillah… moga keponakannya jd anak2 yg soleh-ah muslihah. Aamiin ā˜ŗ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s