Adab Pencari Ilmu

Gatel ih buat nulis tentang tema ini. Pasalnya di sebuah grup belajar bahasa di WA, salah seorang peserta menawarkan guru kami untuk bertandang ke rumahnya tanpa difasilitasi kendaraan untuk ke sana. Duh!

Kali aja dia cuma basa-basi ke gurunya, Nje? 

Menurut gue basa-basi sama guru juga ada adabnya. Hehe.

Oke. Melakoni diri sebagai guru sekaligus murid, gue jadi banyak belajar tentang adab. Sebagai murid gue sedikit2 mulai paham pentingnya adab yang baik terhadap guru. Sebagai guru gue mengambil banyak pelajaran dari murid2 gue tentang bagaimana mereka memuliakan gue sebagai gurunya. Alhamdulillah… murid2 gue baik-baikkk, kecuali yang nggak baik. Hehew!

Bicara tentang adab kali ini, tentu gue memposisikan diri sebagai murid ya. Bukan sebagai guru. Disayangkan aja kalau masih ada teman-teman yang kurang baik adabnya terhadap gurunya. 

Emang Enje sudah baik adabnya sama guru? 

Sadar gue bukan murid yang baik-baik banget. Kelas 3 SD pernah dengan kurang ajarnya bolak-balik nanya jam istirahat ke seorang guru saking bosannya belajar. Jaman SMA pernah ngambek sama guru.  Jaman kuliah sering telat masuk kelas padahal kosan dekat dari kampus, juga suka tidur di kelas yang muridnya sedikit. Hiks!

Tapi itu kan dulu. Alhamdulillah sekarang sudah belajar baik secara langsung (dapet materi tentang penting adab dalam menuntut ilmu), maupun secara nggak langsung (memperhatikan polah murid2 gue). 

Jan pernah dilupain ya Brader & Sister. Kepada siapapun dan di manapun kalian menimba ilmu, adab itu nomor wahid! Mau gurunya enak atau nggak enak, jagalah adab kita terhadap mereka para guru. 

Karena apa???

Dari guru lah kan kita dapati ilmu. Bukan dari buku atau dari mana pun. Kalau kita jaga adab kita terhadap mereka, mereka jadi ridho karenanya. Insya Allah kan kita dapati berkahnya ilmu. 

Sebaliknya, kalau adab kita buruk terhadap mereka, mereka nggak ridho. Terus dari siapa lagi kan kita dapati ilmu? 

Mungkin begini ya negatifnya sosial media. Pun difungsikan untuk yang positif-positif macam media menimba ilmu. Tapi jauuuh terasa keberkahannya dari kita menimba ilmu langsung tatap muka bertemu guru. Melalui pertemuan itu kita belajar adab dan etika. Setujuuu? 😊

Iklan

2 comments

  1. liadisini · November 24

    Hehe ngeganjel banget ya Nje. Bagian paling susah dalam menuntut ilmu: belajar adab

    • Enje · November 24

      Iya Mba. Aq yg ga sreg πŸ˜•

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s