Ilmu Itu Seperti Jodoh

Alhamdulillah hujaaannn! Pas banget gue lagi keingetan momen-momen perjuangan menimba ilmu 8 hari yang lalu. 

Tepatnya hari Kamis. Kami berempat sudah membuat janji akan menyambangi daerah Kramat Jati untuk menimba ilmu dari seorang guru. Waktu itu seharian hujannya macam lagu BBB: putus nyambung putus nyambung putus nyambung. Gak kelar-kelar!

Tekad gue dari yang membara buat berangkat ke sana, jadi menciut seciut-ciutnya tiap mendongak ke langit. Pikir gue, kayaknya dipending aja deh belajarnya jadi bulan depan. Cuaca nggak memungkinkan,  Cyn!

Lain kepala, lain pemikiran. Kalau menurut gue begitu, ketua kelompok kami pantang berpikir begitu! Dengan semangat yang nggak kunjung surut, doi berangkat dari kosannya dengan memakai jas hujan warna ungu polkadot lucu membelah hujan pakai ojek online. Satu lagi, dengan kondisi flu berat. Ya Salaam!

Sumveh, bahkan sampai besoknya gue masih bete mamvus gitu sama dia. Wkwkkk!

Tapi gue akuin, gue belajar banyak hal dari dia tentang yang paling penting dari proses menuntut ilmu, yang dengannya kini dia sukses menjadi petarung thifan andal, pemanah andal, penyiar radio andal, kuliah S1 & S2 di waktu yang bersamaan, dan memiliki hapalan Qur’an yang ampunampyuuun. Kalau kalian laki, dan minat sama teman gue yang high quality ini… boleh japri ke gue. Kali aja dia mau. Hehee.

Oke lanjut. Yang pertama dan paling utama adalah mencari keridhoan guru. Jadi guru kami ini spesial ilmunya. Nggak heran, nggak semua orang bisa berguru sama beliau. Nah, menurut ketua kelompok kami, dengan bersedianya beliau menerima kami sebagai murid, itu sudah jadi kehormatan buat kami para muridnya. Makanya, pantang bikin guru macam ini kecewa. 

Termasuk, apapun yang terjadi, mau hujan badai kek, kalau sudah buat janji ketemuan untuk belajar sama beliau ya harus wajib ‘ain ditepatin! 

Heuw… dengan berat hati, menerobos hujan juga lah gue pakai ojek online dari Mampang-Kramat Jati. Pun sudah pakai ponco, tetap aja bagian bawah terutama sepatu jadi kuyup bukan kepalang. Mamaaakkk!

Gue pikir ini kelebayan ketua kelompok kami aja yang memaksakan diri nerobos hujan untuk proses belajar yang nggak sampai 1 jam itu. Tapi nyatanya… 

“Ya memang begitu. Bagi para pencari ilmu sejati, ilmu itu harus diperjuangkan. Nggak bisa santai-santai. Harus ada pengorbanan.” petuah pak guru saat kami sampai juga di sana dengan kondisi kehujanan kedinginan.

Mungkin kita sudah terbiasa hidup enak. Pun dalam urusan menimba ilmu. Guru bisa dipanggil buat belajar privat di rumah. Mau cari bahan bisa langsung ke mesin pencari Google. Bahkan belajar bisa melalui online di Whatsapp. 

Bagus sih. Tapi keberkahannya jadi berkurang. Ilmu yang kita dapatin gampang didapat, gampang juga hilangnya. Kadang perlu juga sih punya kelompok belajar yang seperti ini. Biar makin semangat terus nimba ilmunya. Sepokat gak nich? πŸ˜ƒ

Terus… maksud ilmu seperti jodoh apa donk? Ya harus dijemput, diikhtiarkan! Hehe
#latepost

Iklan

11 comments

  1. Lintang_fajar · Desember 10

    gampang didapat, gampang hilang ?? bener juga sih

  2. Enje · Desember 10

    Gampang didapat? Blm tentu juga. Tmn sy jungkir balik mau nikah tp gak ketemu2 ikhwan yg mau diajak nikahm gampang hilang? Tmn sy ibu2 ada yg sdh berpuluh tahun nikah msh nyebut “darling” ke pasangannya πŸ˜ƒ

    • titintitan · Desember 11

      bukannya komennya lg ngebahas ilmu yg gampang didapat dan gampang hilang? bukan jodoh πŸ˜€

      jadi kepo ilmu apa yg dijemput sebegitu rupa sama kalian, dan siapa gurunya ^^

      • Enje · Desember 13

        Ilmu apa yaaa πŸ˜…

      • titintitan · Desember 13

        Ko gakmau bagi2?
        Ilmu rahasyia yaaa

        πŸ˜„πŸ˜„

      • Enje · Desember 13

        Ilmu apa yaaa πŸ˜ƒ

  3. n0bita · Desember 12

    aaaa… masih istiqomah ngeblog.. ya Allah wkwkw… setelah bertahun2 gak buka ni blog wkwkwk

    • Enje · Desember 13

      Halooo maa Nobi… msh rajin jg kah? Sy sdh gak rajin. Hehee

      • n0bita · Desember 13

        apalagi aku wkwk blass,ini lg ngumpulin puisi2/sajak2 yg terserak di dunia maya

      • Enje · Desember 13

        Ceileeehhh Poet nih ceritanya πŸ˜†

      • n0bita · Desember 13

        haha.. tau nih.. kepikiran aja.. biar rada hits, klo bertahun2 yg lalu udah pernah nulis sajak wkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s