Tentang Menikah

Wah gimana gitu ya, di FB gue sering muncul berita kurang sedap dari kehidupan pasangan hafizh muda dan anaknya pengacara kondang itu. Gatel banget buat komentar, tapi mesti ditahan… tahan… tahan. Jadi deh memutuskan koar-koarnya di blog tercinta ini. 

Tapi sungguh, yang gue tulis di bawah ini bukan tentang mereka berdua, koq. Ben ae. Itu kan urusan rumah tangga mereka. 

Gue cuma mau bilang, betapa bersyukurnya gue ditakdirkan menikah di usia yang nggak lagi muda dan dikelilingi oleh para wanita dengan aneka macam permasalahan rumah tangganya. 

Untuk yang pertama, gue masih berkeyakinan kalau pernikahan di usia muda di zaman sekarang agak kurang tepat. That’s why gue kurang sreg sama akun-akun dan para tokoh yang gembor-gemborin nikah muda. Ya emang sih, yang nikah di usia gak muda pun ada aja yang pisah. Tapi seenggaknya sudah pada dewasa dan bisa lebih bijak menghadapi ujian yang ada. Mau koar-koar masalah dengan pasangan di sosmed juga kayaknya malu deh sama umur. Hehe.

Pun kalau emang para pemuda (nggak enak pakai kata remaja untuk tema pernikahan, terlalu kinyiskinyis!) mesti nikah di usia muda, ortu merekalah yang mestinya mendorong-dorong. Karena mereka yang lebih tau kemampuan dan kesiapan si anak. Lah kalau orang lain yang gemborin (apalagi yang gemborin juga baru hitungan jari usia pernikahannya), terus kita kena pancing padahal kita mah urus diri sendiri belum becus, ya babak belur nanti setelah nikah. Gampang minta cerai, gampang ucap talak. Duh!

Nah… untuk yang kedua, dari awal-awal pernikahan gue sudah diwanti-wanti oleh beberapa teman: jangan terlalu mencintai pasangan. Hati manusia gampang berbolak-balik. Cintai sekadarnya.

Bisa kebayang nggak, pengantin baru sudah didoktrin dengan kata-kata itu? Susyeeeh! 😂

Tapi gue senenggg banget. Emang betul ya. Kalau mau belajar balet, bergurunya ya sama yang ngerti balet. Lebih baik lagi kalau dianya sudah teruji dengan memenangkan berbagai penghargaan di kompetisi balet. 

Dari mereka gue belajar, niat menikah itu ya lillahi ta’ala, jalanin sunnah Rosul. Jangan sampai niat  menikah kita supaya bisa segera keluar dari rumah ortu yang penuh dengan masalah (ini namanya lari dari kandang macan ke kandang buaya). Jangan sampai juga niat menikah kita supaya ada yang bimbing (Wah, ini rentan cepat selesai kalau yang kita dapati ternyata sang imam nggak bisa bimbing bahkan prilakunya jauuuh dari yang diharapkan *serius ini nggak nyindir anaknya pengacara, cuma barangkali ada kesamaan kisah 😅). 

Jadi niat yang konon katanya klise itu emang mesti dilurusin selurus-lurusnya. Jangan sampai ada pengharapan yang berlebihan ke pasangan supaya kita begini dan begitu. Balik lagi: lillahi ta’ala, ngikut sunnah Rosul.

Baik buruknya pasangan ya terima aja dah. Kalau dia baik, banyak-banyak bersyukur. Kalau dia kurang baik, jangan diumbar-umbar ke sosmed. 

Oiya, dari salah satu teman yang sudah beranak empat dan dengan posisi dia yang jadi tulang punggung keluarga, gue dibuat takjub dengan statement beliau, “Ya mau gimana lagi, mungkin emang rejeki pernikahanku Allah kasihnya melalui aku, bukan melalui Darling (panggilang beliau ke suaminya 😍). Dia juga sudah berusaha koq buat usaha, walau gagal terus. Masa’ mau dibubarin gitu aja pernikahannya cuma gara-gara itu?”

Wooooooooow! Itu hatinya terbuat dari apa ya bisa selegowo itu menerima kekurangan pasangan yang padahal kewajiban utamanya kaum Adam ya menafkahi keluarga? 😕

6 comments

  1. Eka Novita · Desember 20, 2017

    Waaah, Barrakallahu laka wa barraka alaina wa jama’a baina kuma fii khair. Lama ga main ke blognya mba, tau tau udh nikah aja. Selamat ya mbak. Aku pun baru masuk 3 tahun menikah, rasanya nano nano, banyak ujian yg bikin kita mau ga mau harus dewasa dan matang menghadapinya.

    • Enje · Desember 20, 2017

      Aamiin. Syukroon doanya mbak…

      Iya sepakst 😃

  2. n0bita · Desember 20, 2017

    hemmm ya ya ya… jadi di umur brapa mbaknya nikah? kepala 3?
    .
    tp jodoh/nikah itu memang rahasia Ilahi, g bisa dipaksa pun ga bisa ditunda. cm bisa dibuktikan dengan usaha.. ada yg sekali langsung oke ada yang berkali-kali K O.
    .
    Semoga tetap samara ya mbak..

    • Enje · Desember 20, 2017

      Nyaris Pak 😅

      Poinnya bkn rahasia ilahi Pak. Tapi fenomena pd kebelet nikah muda. Hehee.

      Aamiin…

  3. Sekar · Desember 25, 2017

    aku suka gayamu mbak. ceplas ceplos jujur dan, yeah, bener banget. 100000000000000000000% setuju deh

    • Enje · Desember 26, 2017

      Wah brp persen tuh? 😅

      Thx anyway Kar 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s