Tentang Menjadi Ibu

Miris ih. Setelah menikah, dikaruniai SEORANG anak dengan aktivitas tambahan sebagai pengajar, kemampuan gue dalam membaca dan menulis langsung terjun bebasss! Dari kapan tau sudah niat mau update blog buat stress release. Yahhh gagal terus gimana donk?!

Okesip langsung aja ya. Sejak dulu mau nikah tuh supaya bisa punya anak. Bertahun2 ngurusinnya anak orang (keponakan yang hampir 2.5 lusin), alhamdulillah 7 bulan ini Allah kasih amanah jadi seorang ibu. Ya Allah… my dream comes true finally 🥰

Kalau difikir2 gue bukan tipe perempuan yang penyayang sama anak kecil. Maksudnya suka ngelus2, nge-sun, gendong gitu. Selama ini bentuk sayang gue ke keponakan yang masih pada kecil ya sekadar ngajak bercanda aja. Eeeh ternyata pas punya anak bisa jadi sepenyayang ini sama anak kecil. Naluri seorang ibu kali ya? Takjub!

Apalagi kalau si bayi (namanya Hanifah) abis ditinggal ngajar, gak sampai seharian padahal, rasa kangeeennya sampai ke pucuq pucuq pucuq gitu. Langsung disunin berjuta kali. Lebay emang! 😁

Tapi ya… Gue hanyalah manusia biasa. Kalau lagi capek pulang ngajar, si bayi susah disuapin makannya atau rewel, emosi juga jadinya. Hiks. Mamak2 followers qyu, share donk tips n trik selalu santuy menjalani hari sebagai ibu pekerja?

Dari takdir menjadi seorang ibu, gue jadi belajar. Perempuan yang sering dinggap mahluk lemah, kalau sudah jadi ibu bisa berubah jadi strong abisss. Hamil bawa bayi 40 minggu hayo. Nyusuin di 6 bulan pertama dengan segala problemanya (puting lecet, porsi makan jadi nambah 3x lipat, pumping pumping dan pumping, mood yang meski dijaga supaya tetap lancar produksi ASInya). BB bayi yang kudu dikontrol tiap bulan. Ngurusin pasangan plus kerjaan domestik yang gak ada kata finish nya. Belum lagi yang sambil kerja di luar.

Sampai sini masih ada yang menganggap perempuan sebagai mahluk lemah? Woy, coba kalau laki2 disuruh tukar peran kerjain itu semua. Bisa gak yaaa? 😂

Intinya sih… biar kata capek berkali-kai lipat, jadi ibu ya happyyy! Konteksnya anak masih 1 sih. Gak tau nanti kalau sudah nambah. Semoga rasa syukurnya gak pernah hilang ya. Aamin.

Tampang capek plus deg2an menuju Posyandu. Sambil dalam hati terus doa. Ya Allah, semoga BB bayi naik minimal 300gram. Aamiin 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s